Larangan Bawa Sepeda Motor Diharapkan Diterapkan di Semua Sekolah

0

Mataram (Suara NTB) – Larangan membawa sepeda motor  bagi siswa yang tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) diharapkan dapat diterapkan di semua sekolah. Saat ini di wilayah UPTD Layanan Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus-Pendidikan Layanan Khusus (PK-PLK) diakui sekolah sudah mulai merazia siswa di sekolah.

“Rata-rata sekolah sudah mulai merazia, sudah dilakukan penerapan aturan itu. Diharapkan bisa dilaksanakan di semua sekolah,” ujar Kepala UPTD Layanan Dikmen dan PK-PLK Lombok Barat-Mataram, Abdurrosyidin R belum lama ini.

Ia mengatakan pihaknya selalu mengimbau sekolah agar menerapkan aturan itu.  Larangan membawa motor bagi siswa yang tidak memiliki SIM diatur melalui Surat Edaran Gubernur NTB nomor 420/074/DIKBUD tentang Kawasan Sekolah yang Aman, Nyaman, Tertib dan Kondusif.

Sekolah diminta melatih kedisiplinan dan ketaatan pada peraturan perundang-undangan untuk para peserta didik dengan melarang penggunaan kendaraan bermotor bagi peserta didik yang tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).

“Saya selalu ingatkan itu ke teman-teman agar menjalankan aturan itu. Sudah dari dinas juga mengimbau,” katanya.

Meski demikian, ia mengakui masih ada siswa yang memarkir kendaraannya di luar lingkungan sekolah, atau menitip di rumah warga sekitar sekolah. Menurut Rosyidin, pihaknya tidak bisa melakukan razia di luar lingkungan sekolah.

Terkait hal ini, ia juga menyoroti belum adanya sistem transportasi yang mendukung aturan itu. Seharusnya ada sistem transportasi yang komprehensif yang bisa mengantarkan anak sampai ke sekolah.

Bus Rapid Transit (BRT) yang digadang-gadang dapat menjadi solusi siswa agar tidak membawa sepeda motor, juga berhenti beroperasi. “Seharusnya didukung juga dengan sistem transportasi yang komprehensif,” saran Rosyidin. (ron)