Penembakan Polisi di Bima, Senjata Rakitan, Peluru Pabrikan

Mataram (Suara NTB) – Proyektil yang bersarang di tubuh dua polisi korban penembakan di Kota Bima berhasil dikeluarkan. Polisi masih mengidentifikasi senjata dan peluru yang digunakan para pelaku.

‘’Gambaran awal berupa peluru tembaga yang melebihi senjata kaliber 5.56 milimeter. Peluru pabrikan. Itu yang di Bripka Zainal,’’ beber Wakapolda NTB, Kombes Pol. Imam Margono, Selasa, 12 September 2017.

Operasi di RS Bhayangkara terhadap Bripka Gafur berhasil dilaksanakan. Proyektil peluru sebelumnya bersarang di tulang pinggulnya. Pun demikian terhadap Bripka Zainal di RSUD Bima yang ditembak di bagian punggung.

‘’Jenis peluru di korban Bripka Gafur, bentuknya sudah gepeng. Nanti itu kita teliti ini jenis apa akan uji Labfor. Baru kita bisa lihat dari jenis apa,’’ jelasnya.

Bripka Gafur ditembak dari jarak dekat, dari arah depan saat melintas di Jalan Soekarno-Hatta, Kelurahan Penatoi, Mpunda, Kota Bima, Senin, 11 September 2017 sekitar pukul 07.15 Wita.

Adapun senjata yang digunakan para pelaku meski sempat terlihat oleh korban tetapi tidak dapat diidentifikasi. Tetapi dari hasil pemeriksaan awal proyektil peluru, diduga memakai senjata buatan sendiri.

“Ada kemungkinan, ini perlu digarisbawahi, pakai senjata rakitan. Senjata rakitan itu bisa dimasuki peluru apa saja yang penting sesuai kalibernya,” terang Imam.

Ia kembali menegaskan bahwa peluru tersebut merupakan produk industri militer. Penggunaan senjata diduga lebih dari satu unit.

‘’Jelas itu bikinan pabrikan. Apakah dari dua penembakan senjatanya sama atau berbeda masih penyelidikan. Serba kemungkinan pasti ada,’’  ujarnya.

Bripka Zainal Senin, 11 September 2017 ditembak orang tak dikenal di Kelurahan Sadia, Kota Bima dalam perjalanan pulang dari mengantar anaknya yang bersekolah di sebuah SD di Kelurahan Penatoi, Kota Bima. Korban menderita luka di punggung belakang sebelah kanan.

Korban yang merupakan anggota Satsabhara Polres Bima Kota itu dibuntuti para pelaku sejumlah dua orang berboncengan sepeda motor sejak berangkat.

Berselang 15 menit kemudian, penembakan yang sama menimpa Bripka Gafur sepulang mengantar anaknya di salah satu SMPN di Kelurahan Penatoi, Kota Bima. Anggota Polsek Langgudu, itu menderita luka tembak di pinggul kanan.

Kedua korban masing-masing dirawat terpisah sudah dalam kondisi membaik. Sementara kepolisian meningkatkan intensitas perburuan para pelaku yang sudah diketahui identitasnya. (why)

perbakin



Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

Bangun Digital Payment Ekosistem UMKM, BRI Jalin Kerjasama Layanan Pada Platform...

0
Yogyakarta (suarantb.com) – Dalam rangka memperkuat dan membangun ekosistem UMKM Indonesia, PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menginisiasi kerja sama Layanan Digital...

Latest Posts

Bangun Digital Payment Ekosistem UMKM, BRI Jalin Kerjasama Layanan Pada Platform AYO SRC

Yogyakarta (suarantb.com) – Dalam rangka memperkuat dan membangun ekosistem...

80 Mahasiswa Pertukaran Dalam Negeri Belajar di Unisma

Malang (suarantb.com) Universitas Islam Malang menyambut sebanyak 80 mahasiswa...

Bulog Gelontorkan 650 Ribu Ton Beras untuk Operasi Pasar

Jakarta (suarantb.com)–Guna menjalankan fungsi menjaga stabilitas harga pangan khususnya...

Investasi Semakin Mudah, BRI Hadirkan Fitur Pembelian SBN di BRImo

Jakarta (suarantb.com)– Aplikasi Super Apps Digital Banking BRImo milik...

Bupati Dompu Minta Pelaksanaan MTQ Dievaluasi

Dompu (Suara NTB) - Bupati Dompu, H. Kader Jaelani...