Lurah Paruga Bantah Tidak Perhatikan Rumah Korban Banjir

Kota Bima (Suara NTB) – Lurah Paruga Kecamatan Rasanae Barat, Haerunnas S. Sos membantah, pihaknya tidak memperhatikan dan pilih kasih terhadap M. Nor Sidik (59). Satu Kepala Keluarga (KK), yang kondisinya rumahnya tidak layak ditempati dan nyaris roboh.

“Soal rumah ini kami dari Kelurahan sudah mengajukan permohonan bantuan untuk perbaikan, hanya saja belum ada realisasi. Bukan kami tidak memperhatikan,” kata Haerunnas kepada Suara NTB, Rabu, 2 Agustus 2017.

Misalnya kata dia, Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), salah satu program Kementrian PU PR. Pihaknya telah mengajukan nama M. Nor Sidik sebagai penerima manfaat, bersama ratusan KK lainnya yang berada di Kelurahan setempat.

“Hanya saja yang realisasi ada 22 unit rumah yang lolos. Dan nama M. Nor Sidik tidak termasuk. Yang jelas kami sudah usulkan, karena memang kondisi rumahnya rusak,” ujarnya.

Menurutnya, selain Program BSPS. Pihaknya juga mengusulkan program perbaikan atau rehab rumah berbagai program dari Pemerintah Pusat dan Provinsi. Hanya saja, usulan tersebut tidak lolos.

“Kami juga tidak tahu mengapa satu KK ini tidak diloloskan. Tapi sebelum program ini direalisasikan ada tim yang melakukan survei,” katanya.

Meski demikian, satu-satunya harapan saat ini, adalah menunggu realisasinya anggaran rehab rekon dari Kementrian Sosial (Kemensos). Pasalnya, pasca banjir rumah, KK tersebut juga, mendapat biaya jaminan hidup (Jadup).

“Kita hanya menunggu dana rehab rekon ini, agar rumahnya bisa diperbaiki. Ada 43 unit rumah yang diusulkan, tapi sampai sekarang belum realisasi,” ujarnya.

Oleh karena itu, Haerunnas berharap kepada KK yang terdata namanya dan mendapat progrma tersebut agar dapat bersabar. Karena persoalan tersebut merupakan wewenang pemerintah daerah atau SKPD teknis terkait.

“Kami juga tidak tinggal diam. Kami akan melakukan komunikasi untuk menanyakan realisasi dari program ini pasca banjir,” pungkasnya

Seperti diberitakan sebelumnya, Satu rumah milik M. Nor Sidik (59), yang berada di Rt 10 Rw 03, Kampung Sigi Kelurahan Paruga, Kecamatan Rasanae Barat. Kondisinya sangat memperihatinkan dan nyaris roboh.

Rumah panggung sembilan tiang, yang berada di sekitar bantaran sungai Padolo itu, diketahui mulai rusak akibat terkena dampak banjir penghujung 2016 lalu. Bahkan dapurnya roboh dan tidak layak untuk ditempati.

Istri M. Nor Sidik, Nuhrah (58), ditemui Suara NTB, mengaku dirumah tersebut dihuni oleh enam jiwa. Termasuk dirinya, sang suami, dua anak kandung beserta dua cucunya yang masih kecil dan setiap malamnya merasa tidak tenang.

“Setiap malam kami dihantui rasa tidak tenang, takut rumah roboh seketika. Kondisi ini pasca rumah diterjang banjir,” terangnya. (uki)



Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

Tingkatkan Kompetensi Sales People, AHM Gelar Mash Up Community Contest

0
Mataram (suarantb.com)-Meningkatnya penjualan sepeda motor Honda yang disertai juga dengan banyaknya komunitas-komunitas sepeda motor yang terus berkembang, menjadikan sales people sebagai garda terdepan bisnis...

Latest Posts

Tingkatkan Kompetensi Sales People, AHM Gelar Mash Up Community Contest

Mataram (suarantb.com)-Meningkatnya penjualan sepeda motor Honda yang disertai juga...

PLN Siapkan Kembali Suplai Listrik Berlapis untuk Gelaran WSBK 2023

Mataram (Ekbis NTB)-Perhelatan ajang internasional World Super Bike (WSBK)...

Selain Promo Besar-besaran, Ricky Smartphone Siapkan 1.000 Snack Sehat bagi Pengunjung

Mataram (Suara NTB)-Menyambut bulan kasih sayang, Ricky Smartphone di...

Dinas LHK NTB akan Buka Kembali Pos Pengamanan Hutan

Mataram (Suara NTB) – Setelah sempat vakum akibat Pandemi...

Pemkot Bima Naikkan Dana Bantuan Stimulan Jadi Rp750 Juta

Kota Bima (Suara NTB) - Pemerintah Kota (Pemkot) Bima...