Khawatir Tak Terpilih, Sejumlah Kades di Dompu Minta Ikut Pilkades 2017

Dompu (Suara NTB) – Sebanyak 9 Kepala Desa yang berakhir masa jabatannya awal tahun 2018 meminta diikutkan dalam Pilkades serentak tahun 2017. Bahkan 6 kepala Desa ini telah mengajukan surat pengunduran dirinya yang ditandatangani di atas materai 6 ribu tanggal 28 Juli lalu. Para kepala Desa ini khawatir tidak akan terpilih kembali bila harus menunggu Pilkades serentak tahap ketiga tahun 2019 mendatang.

Keenam Desa yang telah mengajukan pengunduran diri ini antara lain Kepala Desa Tembalae Kecamatan Pajo, Desa Tolokalo Kecamatan Kempo, Desa Karombo Kecamatan Pekat, Desa Lasi, Desa Kramat, dan Desa Mbuju Kecamatan Kilo. Keenam Desa ini menandatangani surat pernyataan pendunduran diri tertanggal 28 Juli 2017.

“Surat pengunduran diri ini akan berlaku apabila telah ditindak lanjuti dengan terbitnya surat keputusan (SK) pemberhentian dari Bupati,” kata Asisten 1 Setda Dompu, Drs. H. Sudirman Hamid, M.Si usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi 1 DPRD Dompu, Rabu, 2 Agustus 2017.

Sementara saat RDP, Sudirman mengungkapkan beberapa pertimbangan pemerintah daerah (Pemda) tidak memasukkan 9 Desa yang berakhir masa jabatannya awal 2018 karena dikhawatirkan akan terbentur dengan kewajiban Kepala Desa dalam menyampaikan laporan APBDes, laporan akhir tahun dan laporan akhir masa jabatan.

“Kalau dia mengundurkan diri, tapi ikut lagi dalam Pilkades, itu akan menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat. Karena pada prinsipnya, orang mengundurkan diri itu karena tidak mampu melaksanakan tugasnya,” katanya.

Tetap Dihitung
Kepala Desa Tembalae Kecamatan Pajo, Amir Mahmud yang juga Ketua Forum Kepala Desa se-Kabupaten Dompu pada RDP tersebut mengungkapkan, berdasarkan penjelasan pasal 39 UU No 6 tahun 2014 tentang Desa menyebutkan Kepala Desa yang mendundurkan diri sebelum berakhir masa jabatan akan tetap dihitung periodesasinya.

Sementara Pilkades serentak yang dilakukan 3 kali dalam 1 periode dan Dompu memilih pelaksanaannya 2015, 2017 dan 2019. Pada 2019, pelaksanaan Pemilu sesuai tahapan jadwal dilaksanakan pada Agustus, sehingga Pilkades akan dilaksanakan pada akhir 2019. Sebanyak 9 Desa yang mengajukan surat ke Bupati ini berakhir masa jabatannya Januari – April 2018. “Kalau harus mengikuti Pilkades 2019 mendatang, jejak kami (sebagai mantan Kepala Desa) akan hilang di tengah jalan (tidak diingat lagi oleh pemilih) karena rentang waktu yang cukup jauh,” ungkap Amir Mahmud.

Ia pun mengatakan, Desa yang dijabat oleh Plt rata – rata rawan terjadinya situasi konflik dan instabilitas. Sehingga ia berharap, Desa – Desa yang akan berakhir masa jabatan awal 2018 bisa diikutkan untuk melaksanakan Pilkades serentak 2017. Karena Desa – Desa ini juga telah menyiapkan anggaran pelaksanaan Pilkades 2017 ini.

Hak Kepala Desa
Wakil Ketua DPRD Dompu, Sirajuddin, SH yang turut hadir dalam RDP ini mengatakan, mengundurkan diri menjadi hak kepala Desa dan pemerintah daerah tidak bisa mengarahkan atau memfasilitasi. Tetapi bagi kepala Desa yang mengundurkan diri, tidak ada yang melarang untuk ikut mencalonkan kembali.

“Selama tidak ada aturan yang mengatur, di situ ruang kebijakan dan kearifan lokal. Saya berharap dimasukkan saja 9 Desa ini dalam Desa yang akan melaksanakan Pilkades serentak tahun 2017 selama mereka mengundurkan diri,” terangnya.

Ketua Komisi 1 DPRD Dompu, Andi Bahtiar, A.Md.Par yang memimpin RDP terkait Pilkades ini menyimpulkan, Pemda tidak bisa memfasilitasi dan mendorong Kepala Desa untuk mengundurkan diri agar bisa mengikuti tahapan Pilkades serentak tahun 2017.

Bila Kepala Desa mengajukan pengunduran diri, Desa – Desa ini bisa dimasukan dalam daftar Desa yang melaksanakan Pilkades serentak tahun 2017. “Tapi soal kewenangan Plt Kepala Desa, sama kewenangannya dengan kepala Desa definitif,” tegas Andi Bahtiar. (ula)



Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

Tingkatkan Kompetensi Sales People, AHM Gelar Mash Up Community Contest

0
Mataram (suarantb.com)-Meningkatnya penjualan sepeda motor Honda yang disertai juga dengan banyaknya komunitas-komunitas sepeda motor yang terus berkembang, menjadikan sales people sebagai garda terdepan bisnis...

Latest Posts

Tingkatkan Kompetensi Sales People, AHM Gelar Mash Up Community Contest

Mataram (suarantb.com)-Meningkatnya penjualan sepeda motor Honda yang disertai juga...

PLN Siapkan Kembali Suplai Listrik Berlapis untuk Gelaran WSBK 2023

Mataram (Ekbis NTB)-Perhelatan ajang internasional World Super Bike (WSBK)...

Selain Promo Besar-besaran, Ricky Smartphone Siapkan 1.000 Snack Sehat bagi Pengunjung

Mataram (Suara NTB)-Menyambut bulan kasih sayang, Ricky Smartphone di...

Dinas LHK NTB akan Buka Kembali Pos Pengamanan Hutan

Mataram (Suara NTB) – Setelah sempat vakum akibat Pandemi...

Pemkot Bima Naikkan Dana Bantuan Stimulan Jadi Rp750 Juta

Kota Bima (Suara NTB) - Pemerintah Kota (Pemkot) Bima...