Tingkat Kunjungan Anjlok, Pantai Maluk akan Dibenahi

Taliwang (Suara NTB) – Pantai Maluk sebagai salah satu destinasi wisata di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dalam 2 tahun terakhir ternyata tak lagi mampu menarik wisatawan. Hasil evaluasi Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dan PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT), tujuan wisata pantai yang berada di wilayah lingkar tambang itu mengalami penurunan.

Untuk mengatasi hal tersebut, Pemda KSB dan PT AMNT pun membuat inisiatif. Keduanya sepakat untuk melakukan pembenahan agar aset pariwisata daerah yang sempat melambung namanya itu dapat kembali menjadi primadona di KSB.

“Ini sesuai hasil pertemuan kami kemarin (Rabu, red). Ternyata dalam satu atau dua tahun terakhir ini kunjungan ke pantai Maluk anjlok. Makanya kita sepakat untuk membenahi,” kata kepala Dinas Budaya Pariwisata (Disbudpar) KSB, Ir. IGB Sumbawanto, Kamis, 27 Juli 2017.

Dijelaskannya, dalam pertemuan tersebut PT AMNT menawarkan perubahan pembenahan menyeluruh di pantai Maluk. Perusahaan tambang ini menginginkan adanya pola berbeda dalam penanganan pengembangan pantai Maluk dengan melibatkan seluruh pihak terkait.

“Mereka minta desa, Pokdarwis dan Pokmaswas ambil bagian di dalamnya,” ungkapnya.

Selain itu PT AMNT bersedia mensupport anggaran. Di mana penyalurannya nanti tidak dalam bentuk dana segar kepada pengelola, tetapi dalam bentuk program menyeluruh mulai dari pembinaan, fasilitasi dan pemenuhan fasilitas pendukung untuk menggaet wisatawan datang berkunjung ke pantai Maluk.

“Menurut mereka ada perubahan dari pola perusahaan dulu (PT NNT). Mereka ingin ambil bagian di dalam pengembangan tidak melepas begitu saja programnya,” papar Sumbawanto.

Menurut Sumbawanto, atas keinginan PT AMNT itu pemerintah KSB sangat menyabut baik. Karenanya pihaknya telah meminta desa Batu Putih segera mengkoordinir seluruh elemen yang akan dilibatkan untuk pembenahan kembali pantai Maluk.

“Desa Pasir Putih juga punya ide yang bagus. Katanya mau bentuk semacam UPT tingkat desa yang khusus mengelola pariwisata pantai Maluk. Dan saya kira itu bagus sekali makanya kita minta segera mereka membuat regulasinya,” paparnya.

Selama pembahasan untuk pembenahan pantai Maluk bersama PT AMNT dan Pemdes Batu Putih, Sumbawanto mengungkapkan, ada keinginan Desa Batu Putih mengganti nama wisata Pantai Maluk menjadi wisata Pantai Teluk Balas.

“Alasan desa kalau pantai Maluk hanya terbatas sekitar 100 sampai 200 meter saja. Sementara letak pantai itu sebenarnya berada di Teluk Balas,” sebutnya.

Terhadap usulan penggantian nama itu, Sumbawanto mengatakan, pihaknya belum tahu apakah memungkinkan atau tidak. Namun demikian jika mampu memerikan udara segar bagi pengembangan pantai yang berada di kecamatan Maluk itu, pemerintah KSB pastinya akan setuju. “Kita kan bagaimana baiknya. Yang penting pantai itu bisa kembali bagus dan mampu menarik wisatawan datang berkunjung,” timpalnya. (bug)





Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

Tanpa Nasdem, PKS Tetap Lanjutkan Duet Zul-Rohmi Jilid II

0
Mataram (suarantb.com)-PKS NTB sama sekali tidak terpengaruh dengan keputusan politik Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Dr.Hj. Sitti Rohmi Djalilah yang keluar dari Partai Nasdem. PKS...

Latest Posts

Tanpa Nasdem, PKS Tetap Lanjutkan Duet Zul-Rohmi Jilid II

Mataram (suarantb.com)-PKS NTB sama sekali tidak terpengaruh dengan keputusan...

Presiden Jokowi Sebut Mandalika Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru di Luar Jawa

Mataram (Suara NTB) - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam...

Hadapi Ketidakpastian Ekonomi Global, NTB Perkuat Bela Beli Produk Lokal

Mataram (Suara NTB) - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan,...