Ancaman ISIS, Dompu Berpeluang Jadi Daerah Pelarian

0

Dompu (Suara NTB) – NTB khususnya Kabupaten/Kota Bima dinyatakan Panglima TNI, Jenderal TNI Gatot Nurmatyo sebagai salah satu wilayah yang sudah disusupi kelompok ISIS (Islamic State of Iraq and Syria). Beberapa waktu lalu Densus 88 Anti Teror Mabes Polri telah meringkus terduga teroris di Desa Dore Kecamatan Palibelo Kabupaten Bima.

Dompu sebagai wilayah yang masih satu rumpun dengan Bima tak menutup kemungkinan menjadi wilayah pelarian kelompok-kelompok ini. Karenanya Kodim 1614/Dompu melakukan monitoring wilayah. Terutama terhadap warga pendatang baru menjelang lebaran tahun ini.

“Kita sama Polres sudah sepakat dan kita sudah sosialisasi ke masyarakat dan Babinsa suruh mendata siapa orang-orang yang datang ke daerahnya yang kira-kira itu kita curigai,” kata Dandim 1614/Dompu, letkol CZI Arif Hadianto, S. IP., kepada wartawan di Mapolres Dompu, Senin, 19 Juni 2017.

Monitoring terhadap warga pendatang tidak untuk memvonis langsung orang itu tergabung dalam kelompok ISIS, terlebih hanya untuk memonitor kegiatan-kegiatan yang dilakukan. Ketika terbukti orang tersebut tergabung dalam kelompok ini pihaknya bersama Polres Dompu siap mengambil tindakan tegas.

Dompu lanjut dia, sama belum teridentifikasi sebagai kantong ISIS, namun sebagai wilayah pelarian tidak menutup kemungkinan sebab wilayah ini berbatasan langsung dengan Kabupaten Bima.

“Segala kemungkinan ada karena kita berbatasan langsung dengan Bima, kalau dari atas (Bima) mau ke Lombok pasti lewat Dompu dulu. karena kalau kelompok seperti jarang mewelati dengan udara, kebayakan lewat darat atau laut, kalau lewat udara pasti akan terdeteksi,” jelasnya.

Atas munculnya persoalan tersebut Dandim berharap masyarakat waspada dan tidak beranggapan ISIS adalah Islam. ISIS adalah orgaisasi bentukan negara lain yang sengaja ingin merusak nama baik Islam khususnya di Indonesia.

Sementara itu Kapolres Dompu, AKBP Jon Wesly Arianto, SIK., yang dikonfirmasi mengatakan siap siaga mengantisipasi ancaman kelompok ISIS maupun teroris lainnya. Salah satunya dengan mengintensifkan patroli wilayah. Pengamanan di titik-titik strategis juga tengah dilakukan pihaknya.

“Tidak menutup kemungkinan Dompu ini salah satu kantong (isis atau teroris, red), kita juga perlu antisipasi,” ujarnya.

Dari hasil penangkapan Densus 88 Anti Teror Mabes Polri diketahui bahwa sasaran para terduga teroris yakni salah satu Polsek di Kabupaten Bima. Mengingat wilayah Dompu berbatasan dengan Bima serta bahasanya masih sama lanjut dia, kelompok ISIS maupun teroris dari dua wilayah ini bisa saja berkorelasi. “Sehingga tentunya kita harus mengantisipasi setiap keadaan,” pungkasnya. (jun)

Tiitle Ads