Janjikan “Istri Muda”, Kegiatan Peresean ini Menuai Kemarahan

0

Mataram (Suara NTB) – Sebuah kegiatan Presean di Dangiang, Kabupaten Lombok Utara, menyediakan hadiah berupa “Istri Muda” bagi para penonton yang hadir. Spanduk ini dinilai merendahkan martabat kaum perempuan dan segera memicu protes.

Spanduk kontroversial bertuliskan “Nonton Presean Langsung Dapat Istri Muda” itu dipasang oleh panitia kegiatan Presean di Dangiang. Kalimat ini memang sangat menarik perhatian karena kontroversial.

Namun, kalimat promosi yang mengimingi “Istri Muda” bagi penonton presean ini juga membuat banyak orang geram. Kemarahan ini cukup beralasan karena menempatkan martabat seorang wanita tak ubahnya dengan barang yang bisa dijadikan hadiah.

Nur Janah, salah seorang aktivis perempuan yang geram dengan spanduk tersebut menyindir pihak panitia yang memasang kalimat kontroversial tersebut.

“Fenomena publikasi event dengan menempatkan perempuan sebagai obyek dagang memastikan bahwa otak anda hanya sebatas selangkangan,” tulis Nur Janah dalam status Facebooknya.
Nur Janah menyesalkan hal ini karena menurutnya masih banyak metode promosi lain yang lebih bermartabat tanpa merendahkan perempuan.

“Jangan kasih ruang sedikitpun bagi siapa saja yang tidak menghargai perempuan. Tidak mengherankan kalau angka kekerasan terhadap Perempuan di NTB tinggi. Masih banyak kelakuan tidak beradab yang menganggapnya hanya guyonan,” imbuhnya.

Menyikapi persoalan ini, Nur Janah menuntut panitia untuk meminta maaf secara terbuka atas isi baliho yang dinilainya telah menginjak martabat perempuan.

“Kami meminta agar Pemda KLU mengambil sikap tegas atas hal memalukan ini dan menjadi pelajaran bersama,” ujarnya.
Ketua Panitia kegiatan Presean tersebut, Rapidep yang dikonfirmasi terpisah menjelaskan bahwa kata “Istri Muda” yang dijanjikan dalam spanduk tersebut hanya sebuah akronim semata.

Ia menjelaskan, Istri Muda adalah akronim dari “Hiburan Terindah Tahun Ini Mudah-mudahan Bahagia”. Dengan demikian hadiah Istri Muda yang dimaksud bukanlah dalam makna sebenarnya.

Ia mengaku telah banyak sekali menerima protes dari berbagai pihak. Bahkan, Pemkab Lombok Utara telah meminta panitia untuk mencabut seluruh spanduk kontroversial tersebut.

Demi keamanan, pihaknya pun mencabut spanduk-spanduk tersebut.
“Tapi (kepada yang protes) kita kasih tahu. Itu hanya trik marketing saja. Hiburan terindah tahun ini,” ujarnya sembari menyampaikan permintaan maaf atas tindakan panitia tersebut. (aan)