2017, Penyeragaman Data Kependudukan Ditargetkan Tuntas

Mataram (suarantb.com) – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Mataram menargetkan penyeragaman data kependudukan di Kota Mataram tuntas di tahun 2017 mendatang. Data kependudukan sejak tahun 1996 yang dalam proses pendataan dahulu tidak berdasarkan dokumen, saat ini harus mulai diseragamkan. Semua dokumen kependudukan, terutama nama penduduk harus sesuai dengan akta kelahiran yang dimiliki penduduk terkait.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Dukcapil Kota Mataram, H. Ridwan, Selasa, 20 Desember 2016.

Iklan

Selain itu, perubahan status perkawinan untuk perubahan kartu keluarga (KK) pun harus disertai dengan dokumen berbentuk buku nikah. Dengan demikian kesalahan identitas penduduk dapat diminimalisir.

Hal ini juga ditujukan untuk efisiensi pencetakan blangko di Dinas Dukcapil Kota Mataram.

“Itu berulang-ulang, tidak hanya kita rugi blanko, cetak sampai dua tiga kali. Warga juga jangan sampai datang berkali-kali, sudah dicetakkan datang lagi,” ujar Ridwan.

Sering kali dalam data kependudukan terdapat perbedaan nama penduduk di akta kelahiran dan ijazah. Sementara nama di ijazah tidak dapat dilakukan perubahan, maka penduduk yang bersangkutan diharuskan untuk melakukan perubahan nama di pengadilan. Dengan demikian, penyelarasan untuk data-data berikutnya dapat dilakukan.

Demikian juga dengan status perkawinan penduduk, tanpa adanya dokumen buku nikah, Dinas Dukcapil tidak berani melakukan pencetakan KTP atau KK.

Hal tersebut bertujuan untuk menghindari pemborosan penggunaan blangko. Akan tetapi, Ridwan mengatakan masyarakat Kota Mataram rata-rata menikah tanpa disertai adanya buku nikah.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Dinas Dukcapil Kota Mataram telah membuat program isbat nikah, untuk kelengkapan data kependudukan.

“Ketika datang mau memperbaharui KK, ya kita minta buku nikahnya. Kalau tidak punya, itulah makanya kita buat program isbat nikah itu. Program-program itu diluncurkan untuk memecahkan masalah penduduk kita yang notabenenya belum banyak yang memiliki buku nikah,” papar Ridwan.

Ridwan mengatakan, saat ini pihak kepengurusan data kependudukan di Kota Mataram harus menyamakan persepsi. Pihak-pihak tersebut, baik dari tingkat kelurahan dan kecamatan, serta dari Kantor Urusan Agama (KUA) untuk lebih berhati-hati dalam pembuatan dokumen. Ridwan mengimbau warga memperhatikan dengan cermat histori dokumen kependudukan sebelumnya.

“Kita mengimbau untuk membuat dokumen apa pun bentuknya, harus seiring-sejalan dengan semua dokumen yang ada pada setiap warga kita,” imbaunya. (rdi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here