2017, Pemprov Batasi Penerimaan Siswa Baru pada Sekolah Negeri

Mataram (suarantb.com) – Mulai 2017 mendatang, Pemprov NTB akan membuat regulasi terkait batas maksimal jumlah penerimaan siswa baru pada sekolah negeri. Selama ini, ada kecenderungan sekolah negeri menerima siswa baru melebihi jumlah rombongan belajar (rombel) yang tersedia.

“Nanti kita batasi. Tahun depan, kita buat regulasinya. Ada kaidahnya sekolah itu boleh menerima maksimal berapa rombongan belajar. Ketika batas maksimum itu sudah terpenuhi, siapapun yang mendaftar ditolak,” kata Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) NTB, Drs. H. Muh. Suruji ketika dikonfirmasi di Mataram, beberapa hari lalu.
Suruji mengatakan, ada kecenderungan pada penerimaan siswa baru tiap tahun, ada masyarakat yang memaksakan anaknya masuk ke sekolah negeri. Bahkan, supaya bisa masuk sekolah negeri, mereka rela mengeluarkan uang uang membangun ruang kelas baru.

Iklan

Suruji tak memungkiri sekolah swasta masih menjadi pilihan kedua dibandingkan sekolah negeri. Sehingga tak mengherankan jika ada sekolah swasta yang hanya mendapatkan beberapa siswa baru.

“Faktanya begitu (swasta jadi pilihan kedua), mungkin pilihan keempat. Sampai-sampai orang itu, yang penting diterima di sekolah negeri, dia sanggup membangun gedung sendiri, ruang belajar sendiri. Itu banyak kan? Jadi mereka urunan 30 orang wali murid itu bangun satu ruang belajar,” kata mantan Kepala Dinas Dikpora Lombok Timur ini.

Namun, Suruji mengatakan pembatasan penerimaan siswa baru pada sekolah negeri itu akan dikecualikan jika dalam satu kecamatan hanya ada satu sekolah. Artinya, masyarakat yang ada di satu kecamatan itu tak ada pilihan lain menyekolahkan anaknya di tempat tersebut.

“Tapi kalau satu-satunya sekolah, berapapun yang mendaftar diterima. Karena kalau orang ditolak kan ndak jadi dia sekolah. Membuat orang tidak jadi sekolah, itu dosa besar,”tandasnya. (nas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here