2017, Gubernur akan Larang Semua Siswa Bawa Handphone ke Sekolah

Selong (Suara NTB) – Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi menegaskan tahun 2017 akan menerapkan pelarangan terhadap siswa, terutama yang membawa handphone ke sekolah. Hal tersebut akan diterapkan untuk lebih memusatkan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) siswa selama berada di lingkungan sekolah.

“2017, saya akan larang semua siswa mulai dari SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA untuk bawa handphone ke sekolah,” tegasnya, saat memberikan sambutan pengajian akbar dan pengijazahan doa ujian di GOR Yayasan Pendidikan Hamzanwadi Pondok Pesantren Darunnahlatain (YPH-PPD) NW Pancor, Senin, 12 Desember 2016.

Iklan

Pelarangan itu, kata TGB-sapaan akrab gubernur seiring dengan penarikan kewenangan pendidikan menengah ke provinsi pada tahun 2017 mendatang. Setelah itu akan diterapkan pula ke satuan pendidikan yang lain, seperti tingkat SMP maupun SD.

Dalam penerapan pelarangan siswa bawa handphone ke sekolah, TGB akan memulainya YPH-PPD NW Pancor. “Saya minta yang menjadi contoh pertama pelarangan handphone ke sekolah adalah Yayasan Hamzanwadi, jadi santri di MA Muallimat, MA Muallimin termasuk MDQH tidak boleh lagi ada yang membawa handphone ke sekolah,” tegasnya.

Seiring pelarangan yang diterapkan tahun depan itu, Ketua Umum PBNW ini juga mengutarakan bahwa pelarang itu nantinya bisa menjadi pelajaran bagi siswa untuk berprilaku jujur. Misalnya, ketika ada larangan membawa handphone siswa tidak menyembunyikan handponenya di berbagai tempat, terutama saat berada di lingkungan sekolah.

Kendati demikian, katanya, pelarangan itu bukan berarti siswa dilarang total untuk memegang dan menggunakan handphone. Seperti ketika pulang sekolah boleh lihat handphone, namun mempergunakannya dengan melihat informasi yang baik, ingin mendengar tausyiah dan ingin bersilaturrahim bersama orang tua dan sahabat yang dilakukan secukupnya. “Tapi di sekolah jangan bawa handphone,” tambahnya.

  Pencairan Bantuan Perbaikan Rumah Lamban, TGB Protes BNPB

Terlebih saat ini, kata gubernur, di media sosial (medsos) banyak sekali berita, ada berita yang benar dan ada berita yang tidak benar serta ada berita dan informasi yang isinya fitnah, sehingga hal-hal ini harus bisa disaring dan diwaspadai. Terkait ada UN ataupun tidak, gubernur mengimbau kepada siswa untuk tidak risau, semua itu tidak menjadi masalah selama seseorang menyiapkan diri dengan sebaik-baiknya. (yon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here