Kadis Dikpora NTB : Pembuatan Buku Ajar Akan Jadi Tugas Guru

0

Mataram (suarantb.com) – Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) NTB, Dr. H. Muh. Suruji menyatakan tahun depan guru akan ditugaskan untuk menyusun sendiri buku ajar. Ini disampaikannya usai menghadiri acara di Pendopo Gubernur NTB, Selasa, 29 November 2016.

“Tahun depan kita harapkan biar guru yang membuat buku ajar. Jangan kita memperkaya pengusaha penerbitan, yang menjual buku harga Rp 5 ribu seharga Rp 25 ribu. Jadi nanti guru yang buat buku ajar, Dinas yang cetak,” ungkapnya.

Pernyataan Suruji ini, merupakan salah satu rencana kerja Dikpora NTB memasuki tahun 2017. Menurut Suruji, sebelum bisa menghasilkan buku ajar, mutu guru akan ditingkatkan terlebih dulu. Melalui diadakannya Musyawarah Guru Mata Pelajaran di tiap-tiap kabupaten/kota.

Selain itu, Dikpora NTB menargetkan akan membangun lebih banyak ruang kelas di tahun mendatang. Karena berdasarkan Dapodik terkini, SMA, SMK dan SLB di NTB kekurangan 821 ruang belajar. Itu belum termasuk fasilitas penunjang seperti ruang laboratorium, perpustakaan, tempat ibadah dan sarana penunjang lainnya.

“Kalau sekolah swasta kebanyakan kelasnya lebih, karena muridnya sedikit.

Sekolah negeri kebanyakan murid, jadi kelasnya kurang. Di seluruh kabupaten itu ada yang kekurangan mulai dari 1 sampai kurang 31 ruang belajar,” katanya.

“Sesuai kemampuan, mungkin tahun depan kita bangun 30 ruang belajar. Tahun depannya lagi 30. Setelah lima tahun nanti ada yang rusak, dibangun lagi,” lanjutnya.

Untuk mengatasi masalah kekurangan ruang belajar tersebut, Suruji menyatakan tahun depan Dikpora akan mengeluarkan regulasi yang membatasi jumlah penerimaan murid di satu sekolah.

“Ketika batas maksimum sudah terpenuhi, siapapun yang daftar ditolak. Dengan catatan di kecamatan itu ada pilihan sekolah lain. Tapi kalau itu satu-satunya sekolah disana, ya harus diterima. Karena kalau ditolak kan tidak jadi sekolah,” paparnya. (ros)