Persiapan STQ Rampung, Peserta Luar Daerah Menginap di Rumah Warga

0

Tanjung (Suara NTB) – Seperti pelaksanaan gawe Pemda KLU tahun-tahun sebelumnya, partisipasi peserta luar daerah ditampung di rumah-rumah warga. Demikian juga dengan pelaksanaan Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) XXIV tingkat Provinsi NTB tahun 2016 di Lombok Utara kali ini. Para kafilah peserta STQ, diinapkan di beberapa dusun berbeda di Kecamatan Tanjung.

Tempat tinggal kafilah yang dipilih Panitia antara lain, dusun Lading-lading, dusun Prawira, dusun Gubuk Baru, dusun Kandang Kaoq, dan Sokong. Sekda Lombok Utara, Suardi, Jumat, 11 November 2016 mengatakan, seluruh persiapan menyambut peserta sudah rampung, termasuk akomodasi (transportasi, konsumsi dan penginapan).

“Semua sudah diakomodir termasuk pendamping peserta. Untuk kontingen KLU sendiri menginapnya di Dusun Gubuk Baru, Desa Tanjung,” katanya.

Dalam mengawal peserta, Panitia sudah membagi tugas kepada SKPD-SKPD untuk memperhatikan detail kebutuhan peserta selama perlombaan (12-18 November). Mengingat ada tiga kategori perlombaan, maka Panitia oun menyiapkan lokasi acara di tempat berbeda. Lokasi tersebut yakni, arena utama Lapangan Tioq Tata Tunaq, Gedung Serbaguna Gondang, masjid Nurul Islam Tanak Song Desa Jenggala, dan aula SMAN 1 Tanjung. Dari lokasi itu, hanya 1 lokasi yang ada di luar kecamatan Tanjung.

“Empat lokasi tersebut bakal kita optimalkan untuk perlombaan cabang-cabang itu. Termasuk untuk menambah kemeriahan, kita dirikan stand untuk pameran di arena utama,” jelasnya.

Sebelumnya, jelang digelarnya pelaksanaan Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) XXIV tingkat Provinsi NTB tahun 2016 di Lombok Utara, Bupati KLU Najmul Akhyar meninjau arena utama, di Lapangan Titatu, termasuk meninjau Media Center.

“Kita lihat sudah bagus, arena utama hampir final, ini sudah 90 persen. Dengan sisa waktu dua hari lagi, saya kira akan bisa tuntas semua,” katanya optimis.

Di arena utama, Bupati mencermati satu hal yaitu keberadaan para pedagang (PKL) yang mangkal mengitari lapangan. Ia pun meminta, agar Panitia menata keberadaan PKL supaya tidak mengganggu kenyamanan penyelenggaraan.

“Saya minta panitia untuk merapikan, pedagang harus menempati tempat yang telah disediakan oleh panitia,” demikian perintah Bupati. (ari)