20 SD Rusak Berat di Lotim

Tampak murid di SDN 2 Selebung Ketangga belajar di ruang yang aman dan masih layak ditempati. Butuh perbaikan menyeluruh terhadap bangunan sekolah agar murid nyaman dan aman dalam belajar.

Selong (Suara NTB) – Kondisi infrastruktur pendidikan di Lombok Timur (Lotim) ternyata banyak yang sudah tak layak pakai. Tak hanya SDN 2 Selebung Ketangga Kecamatan Keruak yang mengalami rusak berat, sejumlah sekolah dasar lainnya pun mengalami hal serupa. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) mencatat, totalnya yang mengalami rusak berat sebanyak 19 gedung ruang kelas dan satu unit rumah dinas guru.

“Totalnya yang mengalami rusak 100 persen ini ada di 20 sekolah,” ungkap Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Dikbud Lotim, Hadi Jayari.

Iklan

Dikonfirmasi wartawan di ruang kerjanya, Kamis, 2 September 2021, Hadi menyebut jumlah keseluruhan ruang kelas yang terbilang sudah tak layak pakai ini sebanyak 70 kelas. Disebut ada satu rumah dinas guru karena sangat dibutuhkan. Yakni berlokasi di salah satu sekolah di Desa Bilok Petung Kecamatan Sembalun.

Semua sekolah rusak terparah itu sebenarnya sudah diajukan usulannya ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk Dana Alokasi Khusus (DAK) 2022 mendatang. Akan tetapi, usulan Dikbud Lotim ini ditolak. Alasnnya, DAK tidak bisa digunakan untuk membangun sekolah yang tingkat kerusakannya di atas 65 persen.

Termasuk SDN 2 Selebung Ketangga kata Hadi Jayari sudah  masuk dalam daftar usulan DAK. Akan tetapi, kerusakannya cukup parah, sehingga Lotim mencoba mencari solusi lain. Saran dari Kemendikbud diusulkan pembangunan kembali di Kementerian lain seperti di Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) atau Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). “Kita akan coba usulkan kembali nanti dan kita berharap dari Dana Alokasi Umum (DAU),” asa Hadi.

Tingginya jumlah sekolah rusak di kabupaten yang baru menyandang status maju urutan ke 57 dari 415 kabupaten se Indonesia ini, karena alasan usia. Terakhir bangunan SD se Lotim dibangun tahun 1990 silam. “Memang  banyak yang sudah termakan usia,” sebutnya.

Jumlah sekolah dasar di Lotim ini juga cukup banyak sehingga butuh biaya yang sangat besar untuk merenovasi keseluruhan. Jumlahnya mencapai 753 baik sekolah negeri maupun swasta. Dari jumlah itu  50 persen belum pernah direnovasi.

Faktor kedua, kerusakan disebabkan guncangan gempa bumi 2018 dan 2019 lalu Banyak struktur sekolah rusak berat. Bencana alam ini memuat usia sekolah yang seharusnya bisa 20 tahun, namun karena sudah digoyang gempa, sehingga rata-rata usianya kini hanya 10 tahun.

Dikbud Lotim berharap anggaran DAK ini tetap dapat digunakan untuk membangun gedung s ekolah. Kementerian diharapkan rubah pola dan sistem penilaian sekolah yang rusak berat dan ringan.  Dihitung, kebutuhan angaran pembangunan kembali 70 ruang kelas dan satu unit rumah dinas guru terpencil di Bilok Petung ini Rp 10,5 miliar.  Satu ruang kelas estimasi anggaran Rp 212 juta lengkap dengan perabotan didalamnya. Sedangkan rumah dinas dibutuhkan Rp 167.

Diakui Hadi Jayari,  untuk sementara, kegiatan belajar mengajar terpaksa di tempat-tempat terpencil di sekolah bersangkutan. Menurutnya, sekolah yang mengalami kerusakan parah ini perlu dibangunkan tempat  belajar sementara. Terlebih mengantisipasi masuknya musim hujan, dikhawatirkan siswa tidak bisa belajar, karena tidak ada tempat yang layak.

Ruang kelas sementara ini per kelas katanya habiskan dana sekitar Rp 20 juta. Tahap awal ini harapnya bisa untuk 5 sekolah dulu yang paling parah. “Itu artinya kan hanya butuh sekitar Rp 100 juta,” harapnya. Anggaran ini diharapkan dari APBD.

Ditambahkan, para kepala sekolah diminta rutin melaporkan kondisi bangunan sekolah dan bisa dilaporkan secara periodik dalam data pokok pendidikan (Dapodik). “Ini dimaksudkan agar tidak terjadi lost control kondisi bangunan sekolah, jangan pas rusak parah saja baru melapor,” demikian paparnya, (rus)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional