20 Perusahaan Dapat Rekomendasi Melalulintaskan Benih Lobster

Kepala BKIPM Mataram, Suprayogi dan tim melakukan verifikasi salah satu perusahaan di Lombok Timur. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Balai Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM) Mataram telah memverifikasi 20 perusahaan yang akan melalulintaskan Benih Bening Lobster (BBL). Potensinya akan terus bertambah. Hal ini ditegaskan Kepala BKIPM Mataram, Suprayogi ditemui di kantornya, Jumat, 10 Juli 2020.

Pemerintah telah mencabut pelarangan ekspor benih lobster melalui terbitnya Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen KP) No.12 Tahun 2020 Tentang Pengelolaan Lobster (Panulirus spp.), Kepiting (Scylla spp.), dan Rajungan (Portunus spp.) Di Wilayah Negara Republik Indonesia.  Dalam Permen ini salah satunya mengatur tentang Lobster Konsumsi dan Benih Bening Lobster (BBL).

Iklan

Terkait hal itu, Suprayogi mengatakan BKIPM Mataram akan memberikan sertifikasi Health Certificate (HC) sebagai salah satu persyaratan lalu lintas BBL baik domestik maupun ekspor jika stake holder/pengguna jasa sudah mendapatkan Surat Keterangan Asal Benih (SKAB) yang dikeluarkan oleh Dinas Kabupaten/Kota setempat sesuai dengan isi permen KP 12 Tahun 2020.

Sampai saat ini BKIPM Mataram telah  memverifikasi perusahaan BBL yang ada di Wilayah NTB sebanyak 20 perusahaan. Kemungkinan jumlahnya akan bertambah. Selain dari BKIPM Mataram, tim verifikasi ini terdiri ada dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) dari Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya dan Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap.

Perusahaan-perusahaan yang telah diverifikasi ini kebanyakan wilayahnya di Kabupaten Lombok Tengah, Lombok Timur dan Lombok Barat. “Perusahaan ini yang nantinya akan bisa melalulintaskan BBL yang ada di wilayah NTB baik lalu lintas domestik maupun ekspor,” jelas Suprayogi. Sejak dibukanya keran ekspor benih lobster oleh KKP, ada enam bandara yang ditetapkan menjadi jalur lalu lintas ekspornya. Diantaranya, Medan, Jakarta, Surabaya, Makassar, Denpasar dan Bandara Lombok. Hanya saja, saat ini masih menunggu aturan untuk kegiatan lalu lintas benih lobster dari enam bandara ini.

  LLA “Ngotot” Minta Tata Kelola Lobster ke Daerah

“Aturannya belum keluar dari Menteri Keuangan terkait tariff PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak), yang sekarang baru boleh itu lewat bandara Cengkareng, Jakarta. Dan menggunakan jaminan bank,” demikian Suprayogi. (bul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here