2.685 Personel Diterjunkan untuk Pengamanan MTQ

Mataram (suarantb.com) – Kepolisian Daerah (Polda) NTB melakukan apel gelar pasukan untuk pengamanan penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-26 di NTB. Upacara digelar di lapangan Gajah Mada Polda NTB, Rabu 27 Juli 2016.

Dalam rangka menjamin keamanan dan keselamatan masyarakat pada kegiatan MTQ, Polda NTB beserta seluruh jajarannya bersama instansi terkait dan komponen masyarakat menyelenggarakan Operasi Kepolisian Wilayahan dengan sandi ‘MTQN Gatarin-2016’ yang akan berlangsung selama 11 hari ke depan.

Iklan

Dalam operasi akan digelar kekuatan sebanyak 2.685 personel, yang terdiri dari anggota Polri sebanyak 1.790 personel dan instansi terkait sebanyak 895 personel.

Kapolda NTB, Brigjen Pol Drs. Umar Septono kepada wartawan mengatakan telah mempersiapkan personel untuk mengamankan titik-titik yang menjadi sentral MTQ sekaligus penginapan peserta MTQ.

“Tempat penginapan ada 18 titik juga telah kita siapkan (pengamanannya), Wisma Haji juga telah kita siapkan, kemudian 11 titik kegiatan di luar Islamic Center juga telah kita siapkan. Jadi selama 11 hari kita sudah siapkan personel untuk pengamanan kegiatan ini,” ujarnya saat ditemui seusai apel gelar pasukan.

Terkait upaya yang akan dilakukan pihak Kepolisian dalam mengamankan MTQ, Kapolda menjelaskan akan dilakukan penjagaan-penjagaan maupun patroli, termasuk pada destinasi wisata, dan memberikan imbauan kepada masyarakat.

Kapolda juga mengimbau masyarakat untuk memaklumi kondisi pada saat MTQ berlangsung nantinya, di mana akan ada pengalihan arus bagi kendaraan bermotor.

“Saya mohon dengan hormat kepada masyarakat, situasi yang khusus ini mari kita berikan pelayanan pada tamu-tamu, dengan sendirinya ada yang kita korbankan, jalan biasa lancar menjadi macet, biasa lurus harus dibelokan, mungkin parkirnya jauh, mohon dimaklumi,” imbaunya.

Sementara untuk jaminan keamanan, Kapolda akan terus berikhtiar untuk keselamatan masyarakat selama MTQ berlangsung. “Insya Allah Tuhan yang jamin bukan saya, saya hanya berikhtiar,” tambahnya.

Terkait pola pengamanan dari kehadiran Presiden, Kapolda mengatakan akan mengikuti situasi yang ada, karena penjagaan pada ring satu adalah tugas Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).

“Kalau kita hanya pengamanan umum, begitu ada Presiden kita ikuti saja, tetap pengamanan tetap, hanya kita mundur dari ring, misalnya masjid ada Presiden, itu ring satu (tugas) Paspampres, polisi tidak ada di situ, dia harus keluar, itu kendali Paspampres,” tambahnya. (szr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here