2.500 Sapi Impor Indukan Segera Meluncur ke NTB

Ilustrasi ternak sapi.(Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Kementerian Pertanian RI menjadikan Provinsi NTB sebagai provinsi utama untuk pembangunan peternakan di Indonesia. Karena itu, tahun 2020 ini sebanyak 2.500 sapi indukan dari luar negeri akan diturunkan khusus ke provinsi ini.

Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) yang diselenggarkan baru-baru ini diantaranya poin yang dihasilkan adalah penetapan pembangunan peternakan di Indonesia untuk masing-masing daerah.

Iklan

Ada tiga kategori oleh Dirjen Peternakan Kementerian Pertanian RI. Kategori utama, kategori andalan dan kategori pengembangan.

Alhamdulillah, NTB ditetapkan sebagai kategori utama pembangunan peternakan. Maka intervensi pemerintah pusat tentu selalu diutamakan dalam hal apapun,” papar Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Provinsi NTB, Ir. Hj. Budi Septiani.

Ilustrasi ternak sapi.(Suara NTB/dok)

Ditemui di ruang kerjanya, Senin, 3 Februari 2020 kemarin, kepala dinas mengatakan, pengkategorian sesuai potensi masing-masing daerah. Kementerian Pertanian tahun ini memperogramkan swasembada daging. Salah satunya dengan mendatangkan 1 juta sapi indukan dari luar negeri (impor). Nantinya, pemotongan akan mengutamakan hasil perkawinan silang antara sapi impor dengan ras lokal.

“Plasma nutfah kita tentu tidak dikhawatirkan punah. Karena produksi daging dalam negeri akan menggunakan daging dari hasil persilangan dengan sapi indukan impor ini. entah dari mana negara asal indukannya nanti. Yang jelas sapi unggulan,” jelasnya.

Dari 1 juta sapi indukan impor yang ditargetkan tahun 2020 ini sudah terbagi, membutuhkan anggaran sebesar Rp50 triliun.

Akan dibagi kepada kelompok-kelompok ternak yang dinyatakan sudah sangat siap. Secara legalitas sudah memenuhi syarat kelompok. Kemudian siap Hijauan Pakan Ternak (HPT) untuk produksi pakan dengan lamtoro.

“Mentan berharap yang menerimanya adalah kelompok yang benar-benar siap. Tidak menerima kelompok yang abal-abal,” tegas Budi Septiani.

Untuk kepastian turunnya sapi indukan impor ini, selanjunta Dinas Nakeswan Provinsi NTB akan memetakan dimana saja kelompok-kelompok yang sudah sangat siap menerima bantuan ini. yang paling penting harus memiliki HPT untuk mengurangi persoalan pakan.

Bantuan sapi indukan unggulan ini diyakini dapat meningkatkan produktifitas dan populasi sapi dalam negeri. NTB juga mempersiapkan diri jadi model branding sapi kemasan. Dari hasil diskusi dengan Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah, daging sapi dari NTB rencananya akan dinamai Lamtoro Beef. (bul)