2.293 Pelamar CPNS di Sumbawa Lolos Passing Grade

Syahruddin. (Suara NTB/dok)

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegaawai Negeri Sipil (CPNS) di Kabupaten Sumbawa berakhir pada 13 Februari lalu. Dari seleksi tersebut, diketahui sebanyak 2.293 pelamar yang lulus passing grade atau ambang batas.

“Jumlah peserta SKD sebanyak 7.362 orang dari total pelamar  7.363 peserta. Yang lolos passing grade 2.293 orang dan  yang tidak lolos 4.667,” kata Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Sumbawa, Syahruddin, S.H, saat ditemui wartawan, Kamis, 20 Februari 2020 didampingi Sekretaris serta Kabid Pengadaan dan Kesejahteraan Aparatur.

Iklan

Dijelaskannya, tahapan tes  selanjutnya yakni Seleksi Kompetensi Bidang (SKB). Jadwal tentative dari BKN, pelaksanaannya pada akhir Maret 2020. Namun sebelum SKB, akan ada proses sinkronisasi data. Pada saat sinkronisasi data itu, seluruh instansi daerah akan dipanggil ke BKN pusat di Jakarta untuk dilakukan rekonsiliasi data. “Rekonsiliasi data itu untuk memastikan data yang dari sistem itu tidak terjadi perbedaan,” ujarnya.

Dari hasil rekonsiliasi data, terang Syahruddin, nantinya sistem yang akan mengolah terkait perangkingan untuk yang berhak mengikuti SKB. Nanti akan kelihatan perangkingan. Contohnya, apabila dibutuhkan satu formasi, yang berhak mengikuti SKB sebanyak tiga terbaik yang passing grade. Apabila formasi yang dibutuhkan dua, dikalikan tiga berarti 6. Demikian juga seterusnya. “Jadi tiga kali formasi. Artinya lolos passing grade tidak secara otomatis berhak mengikuti SKB,” jelasnya.

Sementara contoh lain, jika ada formasi yang pelamarnya 10 orang, dan hanya 1 yang lolos passing grade, maka otomatis yang satu orang tersebut berhak mengikuti SKB. Tetapi ketika tidak ada yang lolos passing grade di formasi tersebut, maka formasi tetap kosong. “Tidak seperti tahun kemarin. Karena tahun kemarin masih bisa dirangking, karena passing gradenya tinggi. Sekarang passing gradenya itu diturunkan. Otomatis kalau misalnya formasi itu tidak ada yang lolos passing grade, maka formasi tetap kosong,” lanjutnya.

Adapun SKB sendiri dilaksanakan selama tiga hari dan tetap di SMK Negeri 3 Sumbawa. Untuk persyaratan misalnya pakaian, tetap seperti pelaksanaan SKD. Demikian pula teknisnya juga tetap seperti SKD. Sedangkan komposisi penilaian untuk SKB, komponen nilainya 60 persen dan SKD 40 persen. Nantinya kelulusan, diintegrasi nilai SKB dan SKD.(ind)