2.200 Pekerja Formal di Lotim Kemungkinan Tidak Bisa Terima Bantuan

Akbar Ismail (Suara NTB/rus)

Selong (Suara NTB) – Terdapat 791 perusahaan di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) yang mendaftarkan karyawannya pada Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenaga Kerjaan (BPJAMSOSTEK), yakni dengan total 9.600 orang pekerja. Tercatat hanya 532 perusahaan dengan 7.600 orang pekerjanya yang aktif membayar iuran bulanan. Sisanya lebih kurang sekira 2.200 pekerja pada sektor formal ini yang tidak aktif.

“Yang tidak tertib ini kemungkionan besar tidak bisa dapat bantuan subsidi gaji,” terang Kepala Kantor Cabang Pembantu (KCP) BPJAMSOSTEK Selong, Akbar Ismail. Ditemui di ruang kerjanya, Selasa, 11 Agustus 2020, Akbar mengatakan, sesuai rencana pemerintah pembagian subsidi gaji sebesar Rp 600 ribu per bulan itu akan diberikan selama empat bulan, yakni mulai September sampai dengan Desember.

Iklan

Subsidi gaji ini diberikan kepada peserta aktif dari BPJAMSOSTEK. Perusahaan membayarkan iurannya sampai Juni 2020 mendatang. BPJS Ketenagakerjaan (sebutan-BPJAMSOSTEK sebelumnya)  saat ini sedang dalam proses pengumpulan data rekening para pekerja swasta. Ditarget sampai tanggal 15 Agustus 2020 ini semua proses pendataan sudah final dan diserahkan ke Kementerian Tenaga Kerja. Selanjutnya diteruskan ke instansi terkait untuk verifikasi. “Ini ada yang belum bayar sejak Januari 2020 ini,” ucapnya.

Selain peserta aktif, syarat lainnya adalah pekerja penerima gaji di bawah Rp 5 juta. Terlapor di Kabupaten Lotim ini 90 persen pekerja di bawah gaji Rp 5 juta. Dibutuhkan pengecekan lagi di lapangan kebenaran jumlah upah tersebut. Proses pencairan bantuan ini ditegaskan pemerintah tidak boleh sampai  salah sasaran. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) siap akan turun untuk melakukan uji petik.

“Kalau badan usaha seperti toko memberikan upah bawah lima juta wajar, tapi bagaimana dengan perusahaan besar tapi menggaji di bawah lima juta?” tanyanya. (rus)