2.085 Pelamar CPNS Gugur di Mataram

Perwakilan BKN Kanreg X Denpasar, Ida Ayu menyerahkan hasil tes seleksi kompetensi dasar ke Kepala BKPSDM, Baiq Nelly Kusumawati didampingi Asisten II, Mahmuddin Tura, Asisten III Baiq Evi Ganevia, Inspektur Inspektorat Lalu Alwan Basri dan Kasi Datun Kejari Mataram, I Putu Agus Ary Artha usai pelaksanaan tes, Rabu, 12 Februari 2020 siang. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Pelaksanaan tes seleksi kompetensi dasar (SKD) berakhir, Rabu, 12 Februari 2020 siang. Sejumlah 2.085 pelamar calon pegawai negeri sipil (CPNS) Kota Mataram dinyatakan gugur.

Kepala Badan Pengembangan dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Mataram, Baiq Nelly Kusumawati menyampaikan, sampai hari terakhir pelaksanaan tes berjalan lancar. Dari 4.267 pelamar yang mengikuti SKD yang tidak lolos nilai ambang batas 2.085 orang dan 2.185 memenuhi nilai ambang batas (passing grade).

Iklan

Untuk sementara, nilai passing grade diperoleh pelamar tertinggi di Mataram dibandingkan kabupaten/kota lainnya dengan skor 430. “Sementara ini, kita yang paling tinggi nilai passing grade-nya 430. Ndak tahu nanti kalau sampai terakhir ada yang melebihi, ” kata Nelly ditemui, Rabu, 12 Februari 2020.

Formasi yang dibutuhkan hampir sebagian besar terisi. Hanya satu formasi yakni penata anestesi di rumah sakit umum daerah (RSUD) Mataram kosong. Dari dua formasi dibutuhkan hanya satu pelamar mendaftar. Dan, pelamar tersebut tidak memenuhi nilai ambang batas. Hal berbeda jika guru kelas kosong, panitia tinggal melakukan distribusi dari pelamar yang memenuhi passing grade.

“Formasi anestesi yang kosong. Padahal kita butuh dua orang,” katanya. Nelly menambahkan, posisi tidak aman justru 33 pelamar P1TL. Pasalnya, nilai tes tahun ini lebih tinggi dibandingkan tahun lalu. Rata – rata nilai ujian 400. Sedangkan, enam pelamar P1TL yang tidak ikut ujian belum tentu masuk seleksi kompetensi bidang (SKB).

Khusus tenaga medis terutama dokter spesialis, dokter umum dan analisis keuangan mendapat nilai tinggi.  “Nilainya paling tinggi 400. Nilai 375 tenaga kesehatan saja ndak lolos perangkingan,” ucapnya.

Pelamar yang lolos passing grade belum tentu mengikuti SKB. Hasil tes akan dikirim ke pemerintah pusat. Badan Kepegawaian Negara akan melakukan perangkingan. Satu formasi akan diambil tiga orang dengan nilai tertinggi.

Panselnas akan mengkroscek dan hasilnya akan diumumkan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi setelah selesai tes serentak tanggal 27 Februari. Sementara, jadwal SKB menunggu proses seleksi secara nasional. “Kita tunggu panselnas. Setelah itu, diverifikasi. Jadwal SKB nunggu dari BKN,” ujarnya. (cem)