198 Ribu Warga Lotim Terdampak Kekeringan

Iwan Setiawan. (Suara NTB/rus)

Selong (Suara NTB) – Dampak kekeringan di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) makin meluas. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lotim mencatat saat ini terlapor 198 ribu jiwa warga yang sudah terkena dampak. Yakni tersebar di 82 desa di 15 kecamatan.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Lotim, Iwan Setiawan kepada Suara NTB mengatakan, berbagai upaya dilakukan untuk membantu masyarakat. Lotim sudah mengajukan usulan ke pemerintah provinsi NTB berharap dapat dibantu dari dana tidak terduga (DTT). Selain itu juga sudah disampaikan usulan ke pemerintah pusat. “Kita juga sudah sampaikan usulan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat,” tuturnya.

Iklan

Menurut Iwan, data dampak kekeringan di Lotim ini masih belum valid. Laporan dari masing-masing kepala desa yang terdampak musibah kekeringan ini jauh berbeda dibandingkan tahun 2019. “Kalau tahun lalu yang terdampak kekeringan ini hanya di tujuh kecamatan,” tuturnya.

Saat pendataan terakhir, kata Iwan masih banyak yang tidak melibatkan desa dan kecamatan. Karenanya, data yang diterima BPBD ini akan divalidasi. “Data ini tidak paku belanda,data terus akan berubah,” ucapnya.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Lotim ini menyatakan, tidak akan malu menyajikan data yang besar. Terpenting katanya semua warga yang terdampak ini harus diberikan bantuan. “Kita tidak malu dengan data, prinsip jangan sampai banyak masyarakat tak bisa minum karena tidak masuk dalam data,” paparnya..

Pemerintah di tingkat kecamatan dan desa diharapkan dapat terus melakukan pendataan. Memperbaharui datanya secara online. Sejauh ini, wilayah kecamatan yang paling parah adalah Keruak dan Jerowaru. Ada juga sebagian di Sambelia dan Suela.

Disampaikan, terhitung sejak 14 September sampai 31 Desember 2020 ini, Lotim ditetapkan sebagai daerah siaga darurat kekeringan. Pemkab Lotim dengan keadaan sekarang berupaya maksimal.

Jumlah armada yang digunakan untuk mendistribusikan air ke tengah masyarakat terdampak kekeringan masih sangat minim. Saat ini tersedia hanya 11 armada. Idealnya butuh 28 armada. Jumlah yang tersedia saat ini pun ada tambahan dari Palang Merah Indonesia (PMI), Polres Lotim, Kodim 1615 Lotim dan PDAM dan Pemerintah Provinsi NTB.

“Jelas kita tidak cukup dengan 11 armada mobil ini,” ucapnya. Adanya kepedulian dari sejumlah pihak sangat diapresiasi. “Kita apresiasi dan ucapkan teriam kasih kepada Forum Wartawan Media Online Lotim yang beberapa waktu lalu telah ikut ambil bagian untuk mendistribusikan iar ke warga,” demikian ucapnya. (rus)