193 Warga Terjangkit DBD di Dompu

Petugas Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Dompu, saat melakukan pengasapan di daerah dengan temuan kasus DBD, Selasa, 10 Maret 2020. (Suara NTB/jun)

Dompu (Suara NTB) – Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Dompu, mulai menyerang. Hingga Sabtu 7 Maret 2020, tercatat sudah 193 warga di empat kecamatan yang terjangkit. Yakni, Kecamatan Dompu, Woja, Manggelewa dan Pajo. Kondisi lingkungan yang kumuh di tengah cuaca ekstrem saat ini dianggap pemicu utamanya.

Kepala Bidang Penyehatan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dikes Dompu, Rahmat, Skm, melalui Kasi Penyakit Menular (PM) Edi Suharjan dikonfirmasi Suara NTB, Selasa, 10 Maret 2020 menyampaikan, warga terjangkit DBD akibat gigitan nyamuk Aedes Aegypti dalam tiga bulan terakhir terus bermunculan. Terbaru di Desa Kramabura, Kelurahan Monta Baru dan Desa Tembalae. “Sampai minggu kemarin kita kasus DBD-nya sudah 193, ada yang suspect dan DHF,” ungkapnya.

Iklan

Dari ratusan warga yang terjangkit, sebagian besar diantaranya merupakan anak usia empat tahun ke atas. Mereka ada yang dalam perawatan medis tim dokter rumah sakit, pun telah dipulangkan karena kondisi kesehatannya dinyatakan pulih.

Temuan kasus tersebut, menurut Edi Suharjan, belum seberapa jika dibanding Maret 2019 lalu. Dimana pada fase puncaknya seperti saat ini, angkanya sudah diatas 200 kasus dengan tiga korban meninggal dunia.

“Mudah-mudahan sampai bulan empat nanti ndak ada kasus tambahan. Kalau dibanding tahun lalu Alhamdulillah kita masih sedikit, belum ada kasus meninggal juga,” jelasnya.

Upaya pencegahan dan penaggulangan wabah penyakit berbahaya ini tengah digencarkan pihaknya bersama jajaran Puskesmas di masing-masing wilayah. Seperti misalnya pengasapan untuk membunuh nyamuk dewasa dan penaburan bubuk abate pada sumber perkembangbiakan jentik nyamuk Aedes Aegypti.

Upaya tersebut, tegas Edi Suharjan, akan percuma diintensifkan ketika memang tidak diimbangi kesadaran masyarakat untuk peduli akan kebersihan lingkungan sekitar. Minimal membantu memberantas sarang-sarang nyamuk dengan cara menguras, mengubur dan membersihkan titik genangan air. Disamping itu memastikan area pemukiman bebas dari tumpukan sampah dan limbah rumah tangga yang dibuang sembarangan.

“Percuma kita lakukan fogging atau pengasapan kalau tidak dibarengi pemberantasan sarang nyamuk. Ini yang kita tekankan dan teman-teman puskesmas juga sekarang tengah melakukan survei jentik,” pungkasnya. (jun)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional