191 PMI Ilegal Dipulangkan

I Gede Putu Aryadi (Suara NTB/dok)

DINAS Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) mencatat sebanyak 191 Pekerja Migran Indinesia (PMI) ilegal atau nonprosedural asal NTB telah dipulangkan dalam kurun waktu empat bulan sejak Januari hingga 23 April 2021. Sementara itu, total  jumlah PMI asal NTB yang telah dipulangkan ke Tanah Air hingga 23 April 2021 sebanyak 11.991 orang.

Kepala Disnakertrans NTB, I Gede Putu Aryadi, S.Sos., M.H., Sabtu, 15 Mei 2021 menyebutkan, dari 11.991 PMI yang telah dipulangkan, terdiri dari 11.800 PMI legal atau berangkat secara prosedural. Sedangkan 191 PMI asal NTB yang dipulangkan berangkat secara nonprosedural.

Iklan

Sedangkan pada 2020, PMI asal NTB yang dipulangkan sebanyak 16.826 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.102 PMI ilegal atau nonpresedural dan 15.066 PMI legal. Selain itu, sebanyak 28 PMI asal NTB dipulangkan dalam kondisi meninggal dunia sejak Januari hingga April 2021. Tahun sebelumnya, PMI asal NTB yang dipulangkan dalam kondisi meninggal sebanyak 87 orang.

Aryadi mengatakan, diproyeksikan jumlah PMI yang akan pulang ke NTB tahun 2021 sebanyak 21.485 orang. Angka ini diperoleh berdasarkan jumlah penempatan PMI asal NTB tahun 2019 yang berakhir kontrak kerjanya tahun 2021.

Dengan melihat PMI yang sudah dipulangkan hingga 23 April sebanyak 11.991 orang. Maka diperkirakan PMI asal NTB yang akan pulang mulai Mei hingga Desember mendatang sebanyak 8.018 orang. PMI asal NTB yang pulang terus berdatangan.

Pada Jumat (14/5), sebanyak 44 PMI asal NTB kembali dipulangkan setelah menjalani karantina terpusat pada pintu kedatangan seperti Jakarta dan Surabaya. Dari 44 PMI yang dipulangkan tersebut terbanyak berasal dari Lombok Timur (Lotim) dan Lombok Tengah (Loteng).

Aryadi mengatakan, pihaknya mendapatkan informasi dari UPT BP2MI Mataram. Bahwa hari Jumat, 14 Mei 2021, Help Desk UPT BP2MI Mataram Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid  telah menerima kedatangan sejumlah 44 PMI asal NTB. Berdasarkan daerah asal, 44 PMI yang dipulangkan terbanyak dari Lotim 18 orang, Loteng 13 orang, Lombok Barat (Lobar) 5 orang, Kota Mataram 4 orang, Lombok Utara, Sumbawa, Sumbawa Barat dan Dompu masing-masing satu orang.

‘’Legal semua, para PMI ini sebelumnya sudah menjalani karantina terpusat pada pintu kedatangan seperti Jakarta, Surabaya dan lain-lain. Para PMI ini pulang dari Arab Saudi, Singapura, Malaysia dan lain-lain,’’ katanya.

Aryadi menjelaskan setibanya di bandara, ke-44 PMI diperiksa kesehatannya oleh petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) dan dinyatakan sehat. Selanjutnya para PMI didata oleh petugas Help Desk UPT BP2MI Mataram untuk kemudian pulang mandiri dengan kewajiban melapor ke desa setempat setibanya di daerah asal sebagaimana protokol pencegahan Covid-19.

Ditambahkan, para PMI tersebut telah menjalani pemeriksaan kesehatan Rapid Test (RDT)/Genose Covid-19 Test dan hasilnya negatif.  ‘’ Ke 44 PMI yang pulang ini, semuanya karena berakhir masa kontraknya. Dalam data by name by address yang kami terima, tidak ada yang bermasalah, tapi murni karena masa kontraknya sudah berakhir,’’ jelasnya. (nas)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional