18 Ton Garam Diamankan Satpol PP Lotim

Selong (Suara NTB) – Sebanyak 18 ton garam non yodium diamankan aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Lombok Timur (Lotim). Pengamanan garam yang sudah siap berangkat ke Gresik Jawa TImur ini, karena tidak memiliki dokumen. Pihak yang mengirim garam diminta segera mengurus surat rekomendasi dan izin lainnya.

Menurut Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Satpol PP Lotim, Lalu Purwadi kepada Suara NTB, Selasa, 24 Oktober 2017, ï belasan ton garam tersebut diangkut dari wilayah Keruak. Saat Satpol PP melakukan razia, ditemukan ada kendaraan besar yang dicek tidak memiliki dokumen resmi yang mengantarkan garam-garam tersebut untuk kebutuhan industri di Gresik Jawa Timur. “Kita amankan sampai mereka ada izin dulu dari pemerintah kabupaten,” ungkapnya.

Iklan

Surat rekomendasi dikeluarkan pemerintah daerah melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Lotim. Dari Disperindag Lotim diarahkan kemudian ke Dinas Perindustrian Provinsi, karena garam-garam tersebut akan dibawa ke luar Provinsi NTB. “Karena luar pulau, maka harus pula  mendapat izin dulu dari provinsi, kecuali kalau antar-kabupaten cukup dari kabupaten,” terangnya.

Diingatkan, semua produk daerah yang keluar itu harus sepengetahuan pemerintah daerah setempat. Jika tidak maka termasuk barang ilegal, sehingga harus diamankan. ‘’Jika dokumen sudah lengkap tidak akan dihalangi perjalanannya,’’ ujarnya.

Hal senada disampaikan Kepala Dinas Perindag Lotim, H. Teguh Sutrisman. Menurutnya, harus ada rekomendasi dulu dari pemerintah daerah, dalam hal ini Disperindag. Sebelum didistribusikan ke masyarakat harus dicek juga kandungan garamnya, apakah mengandung yodium atau tidak.

Untuk keperluan industri seperti di Gresik itu memang tidak perlu di iodisasi. Beda juga diperuntukkan untuk rumah tangga. Maka harus diiodisasi dulu baru diperbolehkan untuk didistribusikan ke tengah masyarakat.

Kepala Bidang Industri Kimia dan Hasil Hutan, Hj. Hijriati menambahkan, setelah baca surat menyuratnya garam ini tidak untuk konsumsi, tapi untuk pabrik. Membawa barang ke luar daerah, ujarnya, tidaklah dipersoalkan asalkan mengantongi izin. Hal ini sesuai Peraturan Daerah Nomor 2 tahun 2011 tentang Peredaran Garam Yodium. (rus)