18 Pejabat dan Tokoh Siap Divaksin, Pemprov Lakukan Skrining Dua Hari

Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Sumber : Pixabay)

Mataram (Suara NTB) – Pemprov telah mendapatkan konfirmasi 18 pejabat dan tokoh NTB siap divaksinasi Covid-19 perdana, Kamis, 14 Januari 2021. Sebelum dilakukan vaksinasi, Pemprov melalui Dinas Kesehatan (Dikes) melakukan skrining atau pemeriksaan kesehatan kepada 18 pejabat dan tokoh NTB tersebut selama dua hari, mulai Selasa sampai Rabu, 12 – 13 Januari 2021.

‘’Sudah semua mengonfirmasi siap divaksinasi perdana. Dan tadi (kemarin) pagi sudah dilakukan pemeriksaan kesehatan untuk separuhnya, besok (hari ini) lagi separuhnya. Diskrining dulu sebelum divaksin,’’ kata Kepala Biro Kesra Setda NTB, H. Ahmad Masyhuri, S.H., dikonfirmasi Suara NTB, Selasa, 12 Januari 2021.

Sesuai surat yang ditandatangani Sekda NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si., dengan  No.005/03.1/Kesra/2021 perihal kesediaan mendapatkan vaksin perdana Covid-19 Provinsi NTB. Sebanyak 18 orang yang akan divaksinasi perdana di tingkat provinsi.

Antara lain Gubernur, Wakil Gubernur, Sekda, Ketua DPRD NTB, Kapolda NTB, Danrem 162/WB, mantan Gubernur NTB periode 2008 – 2018, Dr. TGH. M. Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB), Ketua PW Muhammadiyah NTB, Dr. Falahuddin, Ketua PWNU NTB, Prof. Dr. Masnun.

Kemudian Ketua PHDI NTB, Ida Made Santi Adnyana, Ketua PGI NTB, Lorensius Maryono,  Kepala Dinas Kesehatan NTB, Kepala Pelaksana BPBD NTB, Kepala Dinas Sosial NTB, Direktur RSUD NTB, Ketua IDI NTB, Ketua PPNI NTB, dan Ketua IBI NTB.

Masyhuri menjelaskan, skrining yang dilakukan kepada 10 pejabat dan tokoh NTB sebagai penerima vaksin perdana untuk mengetahui apakah yang bersangkutan boleh divaksin atau tidak. Bagi yang berumur 60 tahun ke atas, maka tidak akan divaksinasi Covid-19.

‘’Maksimal 59 tahun seperti yang disampaikan oleh Kemenkes. Ndak boleh lewat dari 59 tahun. Ini tokoh kita, usianya sudah dewasa tetapi umurnya masih di bawah 60 tahun,’’ jelas Masyhuri.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi, Sp.A., mengungkapkan bahwa sebelum dilakukan vaksinasi akan dilakukan proses skrining terlebih dahulu. Hal ini dilakukan untuk memastikan kesiapan fisik calon penerima vaksin.

Karena ada 15 penyakit yang jika seseorang memilikinya, maka ia tidak dapat diberikan vaksin Covid-19. ‘’Kita betul – betul akan melakukan cek up awal agar tidak terjadi mis,’’ jelas Eka.

Beberapa kondisi masyarakat yang tidak bisa  diberikan vaksin covid-19. Yakni pernah terkonfirmasi menderita Covid-19, ibu hamil dan menyusui, menjalani terapi jangka panjang terhadap penyakit kelainan darah, penderita penyakit jantung, penderita penyakit autoimun.

Kemudian penderita penyakit saluran pencerna kronis, penderita penyakit hipertiroid, penderita penyakit kanker, penderita diabetes militus, penderita HIV dan penderita penyakit turberkulosis.

Untuk pelaksanaan vaksinasi di NTB, Dikes telah menyiapkan 400 vaksinator dari tenaga kesehatan yang berasal dari RSU Provinsi NTB, RSAD , RS Bhayangkara dan Puskesmas Mataram. (nas)