178 Jamaah Tabligh Tiba di Bima, Satu Orang PDP

0
Pemeriksaan penumpang yang turun dari Pelabuhan Bima oleh Tim Gugus pencegahan wabah Corona Kota Bima, Jumat, 27 Maret 2020. (Suara NTB/Ist)

Bima (Suara NTB) – Sebanyak 178 Jamaah Tabligh pulang dari acara ijtima dunia di Gowa Sulawesi Selatan, yang ditunda untuk mengantisipasi penyebaran virus corona, tiba di Pelabuhan Bima pada Jumat dini hari, 27 Maret 2020 atau sekitar pukul 01.00.

Kedatangan ratusan jamaah tabligh yang berasal dari Kota Bima, Kabupaten Bima, Dompu dan Sumbawa itu dengan menggunakan sebuah kapal penumpang jurusan Bima-Makassar. Tercatat ada sebanyak 604 penumpang secara keseluruhan.

IKLAN

Mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, tim Gugus pencegahan corona Kota Bima bersama KKP melakukan pemeriksaan terhadap penumpang. Hasilnya satu orang diantaranya masuk kategori Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan seorang lainnya mengalami panas karena malaria.

Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Bima, Drs. Azhari M.Si, mengaku diantara ratusan jamaah tabligh tersebut, satu orang masuk kategori PDP. Hal itu juga berdasarkan hasil pemeriksaan oleh tim kesehatan Pelabuhan Labuhan Bajo saat kapal bersandar di pelabuhan setempat, Kamis siang, 26 Maret 2020.

“Satu orang warga Kabupaten Dompu kategori PDP dan satu warga Kabupaten Bima panas akibat malaria,” katanya.

Menurutnya, satu orang kategori PDP itu akan langsung dibawa ke RSUD Bima, untuk ditangani medis lebih lanjut. Sementara para penumpang lainnya, akan di pulangkan ke rumahnya masing-masing.

“Para penumpang lainnya akan dikarantina atau isolasi mandiri. Kami sudah arahkan untuk melaporkan diri ke Puskesmas masing-masing di wilayahnya,” katanya.

Terpisah Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bima, Rifai, S.Sos, M.AP, mengaku pasien PDP dengan riwayat perjalanan dari Makassar ke Pelabuhan Bima telah dilakukan penanganan sesuai Protap.

“Pasien laki-laki berusia 50 tahun warga Kabupaten Dompu ini mengalami keluhan seperti sesak, batuk berdahak, pilek, nyeri perut, diare dan nyeri tenggorokan,” katanya, Jumat, 27 Maret 2020.

Menurutnya, hingga saat ini pasien masih dirawat di ruang Isolasi RSUD Bima dan masuk kategori kriteria PDP. Yang bersangkutan didiagnosa pnemonia, CHF (gagal jantung), Infeksi Tenggorokan, Gastritis Akut (peradang dinding lambung secara tiba- tiba yang menyebabkan nyeri ulu hati).

“PDP ini juga telah dilakukan terapi atau penanganan sesuai prosedur yang ada,” katanya.

Menurut Rifai, untuk mengetahui apakah pasien positif atau negatif terpapar Covid-19, akan dilakukan pemeriksaan swab atau spesimen yang segera dikirim ke ke Balai Tehnik kesehatan Lingkungan (BTKL) Surabaya.

“Hasilnya kita tunggu hasil pemeriksaan Swab yang akan dikirim ke BTKL Surabaya,” katanya.

Sembari menunggu hasil pemeriksaan swab atau spesimen, ia meminta masyarakat agar tidak panik. Ia juga meminta warga tetap melakukan pola hidup sehat dan tidak melakukan aktivitas di luar rumah.

“Masyarakat mohon untuk bersabar. Nanti kami akan mengumumkan secara resmi,” pungkas Kabid Pencegahan Pengendelian Penyakit (P2P) Dikes Kabupaten Bima ini. (uki)