170 Paket Proyek Senilai Rp270,7 Miliar Belum Ditender

Sadimin (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Pemprov NTB mencatat serapan APBD, baik fisik dan keuangan hingga 12 Agustus 2020 melampaui capaian tahun 2019 pada periode yang sama. Sementara itu, hingga pertengahan Agustus, masih ada 170 paket proyek senilai Rp270,7 miliar yang belum ditender.

Kepala Biro Bina Administrasi Pengendalian Pembangunan dan Layanan Pengadaan Barang Jasa Pemerintah (BAPP dan LPBJP) Setda NTB, Sadimin, ST, MT mengungkapkan, progres Rencana Umum Pengadaan (RUP) sampai dengan 12 Agustus, sudah sebesar  84,29 persen  dari pagu belanja langsung bukan pegawai dalam APBD sebesar Rp1,6 triliun.

Iklan

Ia memaparkan, progres aktivitas tender yang diproses melalui Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa (UKPBJ) Provinsi NTB sampai dengan 10 Agustus 2020. Disebutkan jumlah paket proyek yang akan ditender melalui IKPBJ Provinsi NTB tahun 2020 sebanyak 251 paket dengan pagu Rp493,6 miliar. ‘’Belum tender Rp270,7 miliar atau 54,85 persen  sebanyak 170 Paket,’’ sebut Sadimin.

Sementara paket proyek yang masih dalam tahap verifikasi dokumen tidak ada atau nol. Kemudian proyek yang sedang tender sebanyak 55 paket senilai Rp54,5 miliar atau 11,04 persen. Sedangkan proyek yang sudah selesai tender sebanyak 46 paket senilai Rp168,4 miliar atau baru 32,12 persen.

Sementara proyek non tender dalam APBD NTB 2020 sebanyak 2.684 paket senilai Rp343,8 miliar. Dari jumlah tersebut, sebanyak 741 paket proyek senilai Rp63 miliar atau 18,32 persen yang belum proses.

Kemudian 551 paket senilai Rp76,7 miliar atau 22,3 persen sedang proses dan 1.392 paket proyek non tender sudah dalam pelaksanaan atau SPK/SPB senilai Rp204 miliar atau 59,33 persen.

Untuk realisasi keuangan dan fisik APBD 2020, Sadimin mengungkapkan berdasarkan e-monev Pemprov NTB sampai dengan 12 Agustus 2020. Ia menyebutkan, realisasi keuangan sudah mencapai Rp2,47 triliun atau 48,27 persen  dari target sebesar 51,48 persen. Sedangkan realisasi fisik sebesar 55,63 persen dari target 55,80 persen.

Jika dibandingkan dengan serapan anggaran pada periode yang sama pada tahun anggaran 2019, kata Sadimin, serapannya jauh lebih tinggi. Dikatakan, realisasi keuangan pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp2,01 triliun atau 38,42 persen dari target 46,04 persen. Sementara, realisasi fisik sebesar 43,27 persen  dari target sebesar 49,80 persen.

‘’Serapan tahun ini lebih besar bila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelum sedangkan progres fisik sudah tercapai sebesar 55,63 persen. Progres ini lebih besar jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya,’’ ucapnya.

Sadimin mengatakan, beberapa kebijakan APBD NTB untuk penanganan Covid-19 yaitu melakukan realokasi dan refocusing anggaran yang berasal dari belanja langsung atau belanja barang jasa dan belanja modal sebesar Rp926 miliar atau 39,15 persen dari total APBD murni Tahun Anggaran 2020.

Hasil realokasi dan refocusing APBD digunakan untuk penanganan kesehatan, jaring pengaman sosial dan penanganan dampak ekonomi. Belanja penanganan kesehatan diarahkan untuk pencegahan atau memutus mata rantai Covid-19, APD, insentif tenaga kesehatan, pengadaan alkes dan obat-obatan serta menyiapkan rumah sakit rujukan Covid-19.

Ia mengatakan, paket-paket kegiatan/ pekerjaan Pokok Pikiran (Pokir) yang tersebar di beberapa

Perangkat Daerah yang sudah terkontrak hanya dapat dibayarkan uang muka pekerjaan sebesar 30 persen dari nilai kontrak. Sedangkan sisa pembayaran pekerjaan akan dianggarkan  pada APBD Perubahan  2020 atau pada APBD 2021. (nas)