17 Pelamar CPNS Sumbawa Ikut SKB di Luar Daerah

Budi Sastrawan (Suara NTB/ind)

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Sebanyak 17 pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kabupaten Sumbawa memilih tes Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) di luar daerah. Belasan peserta ini berdomisili di luar provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Sumbawa melalui Kabid Pengadaan dan Kesejahteraan Aparatur, Budi Sastrawan, S.IP., M.Si membenarkan hal tersebut. Para peserta masing-masing mengikuti seleksi di BKN Pusat, Kanreg BKN Palembang, Kanreg BKN Surabaya, Kanreg BKN Makasar, Kanreg BKN Denpasar, dan Kanreg BKN Yokyakarta. “Totalnya ada 17 orang yang memilih lokasi sesuai dengan domisilinya di luar NTB,” ungkapnya kepada wartawan, Selasa, 18 Agustus 2020.

Iklan

Dijelaskannya, para pelamar ini diperbolehkan memilih lokasi di luar NTB. Dasarnya sesuai dengan surat edaran BKN terkait dengan protokol kesehatan covid-19. Sedangkan bagi peserta SKB Kabupaten Sumbawa yang berada dalam lingkup provinsi NTB wajib memilih lokasi tes di SMK Negeri 3 Sumbawa Besar. Sementara ini, pihaknya masih surat resmi dari BKN terkait jadwal pelaksanaan SKB. “Insya Allah hari ini mungkin sudah ada. Karena hari ini sedang dirapatkan di BKN Pusat terkait dengan pembagian jadwal masing-masing instansi,” terangnya.

Dari segi persiapan, kata Budi, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak SMKN 3 Sumbawa Besar sebagai tempat pelaksanaan tes. Rencananya, tim survey BKN akan tiba di Sumbawa tanggal 24 Agustus untuk mengecek kesiapan lokasi. Sejauh ini, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan pihak Polres Sumbawa untuk pengamanan pelaksanaan SKB. Kini pihaknya tengah menyiapkan surat guna meminta izin kepada gugus tugas penanganan covid-19 kabupaten untuk pelaksanaan SKB nantinya. “Dalam surat  edaran BKN terkait protokol kesehatan, setiap instansi daerah maupun pusat wajib meminta izin terkait dengan penyelenggaraan SKB. Jadi harus ada izin dari tim gugus tugas Kabupaten Sumbawa. Kita sedang siapkan suratnya sekarang,”  ujarnya.

Meskipun sudah melakukan persiapan di lokasi, lanjutnya, pihaknya tetap menunggu masukan dari tim survey jika ada yang perlu dilakukan penambahan. Terutama terkait dengan protokol kesehatan. Karena penyelenggaraan SKB dengan penerapan protokol kesehatan baru pertama kali dilaksanakan. “Sekarang kapasitasnya setengah dari yang sebelumnya. Jadi kita menyiapkan 50 komputer untuk pelaksanaan dengan estimasi waktu kurang lebih 5 hari kita siapkan. Satu hari akan kita siapkan tiga sesi, dengan satu sesi kurang lebih 46 peserta. Jumlah peserta dalam satu sesi itu sudah masuk jarak yang ditetapkan dalam protokol kesehatan minimal 1 meter. Lokasinya Insya Allah sudah siap, dan kita sudah berkoordinasi beberapa kali dengan pihak SMKN 3. Nanti akan ada masukan dari tim survey BKN, apa-apa yang perlu kita tambah terutama terkait dengan protokol kesehatannya,” tandasnya. (ind)