17 Hektare Aset Daerah Lobar Diduga Melayang

Tim BPKAD Lobar saat melakukan penertiban aset di wilayah Lingsar beberapa waktu lalu. (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Belasan hektare aset daerah di Lombok Barat (Lobar) diduga melayang. Aset-aset yang lepas ini akibat berapa faktor, baik itu kalah di pengadilan, dikuasai oknum hingga dijual dan di kaveling-kaveling untuk pembangunan perumahan. Banyaknya aset melayang ini diakibatkan lemahnya dasar atau bukti kepemilikan pemda terhadap aset tersebut.

Ketua Komisi I DPRD Lobar Romi Rahman mengungkapkan dari penelusuran dan informasi yang diperolehnya dari para pihak termasuk mantan pejabat Bagian Aset luas aset yang lepas diperkirakan 17 hektare dalam jangka waktu beberapa tahun terakhir. Ia menyebut, data ini akan dikroscek lagi titik-titik yang teridentifikasi. Langkah ini untuk memastikan aset tersebut.

Iklan

Beberapa titik aset yang lepas, seperti di Labuapi, Narmada, Lingsar dan beberapa daerah termasuk di luar daerah (Kota Mataram, red). Seperti di Mapak belakang kantor DPRD Kota Mataram. Selain itu ada lahan Pemda yang diklaim oleh provinsi. Seperti di wilayah Keru Narmada seluas 10 hektare penukar dengan provinsi. Pada surat pertama, senarnya lahan ini hanya tukar sementara, namun sudah disertifikatkan oleh provinsi. “Lahan ini awalnya milik Pemda Lobar,”ujar dia.

Dijelaskan, banyaknya aset hilang ini disebabkan lemahnya bukti dan aparatur yang mengelola aset. Seperti kasus aset di Desa Genggelang Kecamatan Lingsar, terdapat aset daerah seluas sekitar 11 hektare. Dari 11 hektare lahan ini, tiga hektare dibangun untuk perumahan. “Tiga hektare dikaveling-kaveling dibangun perumahan (BTN), ini diklaim milik Pemda,” terang politisi Gerindra ini akhir pekan kemarin.

Dijelaskan lahan ini ada sertifikat milik perorangan dan dikuasai selama puluhan tahun. Baru belakangan ini ditemukan aset ini diklaim milik pemda, namun dokumen kepemilikan pemda lemah. Sedangkan pihak yang menguasainya lahan ini sendiri ada SK pelepasan, dan dokumen provinsi juga ada.

Sementara itu, Kepala BPKAD Lobar, H. Fauzan Husniadi mengakui banyak aset daerah yang diduga masih dikuasai bahkan dijual oknum. Namun Pemda tak tinggal diam, karena sejauh ini pihaknya sudah berhasil mengamankan belasan hektare aset. Selama sekian tahun kontribusi dari aset ini tak masuk ke Pemda, hingga kerugian yang dialami daerah akibat sewa kontrak aset tak disetorkan sangat besar. Jumlahnya mencapai miliaran rupiah, bahkan lebih dari itu. Sejauh ini dari beberapa titik aset yang berhasil diamankan saja, pemda akan mampu mendapatkan pendapatan hingga ratusan juta setahun. (her)