16 Ribu Butir Telur Penyu di Pantai Mapak Diselamatkan ke Penangkaran

Ilustrasi Telur Penyu. (Sumber : Flickr)

Mataram (Suara NTB) – Kegiatan konservasi penyu yang dilakukan di Pantai Mapak, Jempong Baru Kecamatan Sekarbela Kota Mataram berhasil diselamatkan ke penangkaran. Jumlah ini tercatat sejak Mei 2019 lalu. Pantai Mapak kita menjadi ikon wisata di Kota Mataram. Pantai disisi selatan Loang Baloq ini terus berbenah menjadi desatinasi wisata yang ramai dikunjungi setiap pekan oleh wisatawan dari Kota Mataram, bahkan di luar Kota Mataram.

PLN Unit Induk Pembangunan (UI) Nusa Tenggara sampai saat ini masih konsisten mendukung pengembangan kawasan wisata pantai sekaligus konservasi penyu ini. “Kita sudah menerima laporan dari pengelolanya, sudah 16.161 telur penyu yang sudah ditangkarkan sejak Mei 2019. Diantaranya sudah ditetaskan dan tukik yang dilepaskan kembali ke laut,” kata Gregorius Adi, Senior Manager Pertanahan dan Komunikasi PLN UIP Nusra dalam diskusi dengan media tentang kenormalan baru di Mataram, Selasa, 30 Juni 2020.

Iklan

Greg mengatakan, selain fokus melakukan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan untuk wilayah NTB dan NTT, PLN melakukan kegiatan sosial. Salah satu dari komitmen terhadap lingkungan hidup adalah memfasilitasi kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan lingkungan hidup, salah satunya menata Pantai Mapak sebagai salah satu pusat pendaratan penyu di Indonesia.

Penataan Pantai Mapak diantaranya, branding pintu masuk pantai dengan mural. Didalamnya berisi pesan pelestarian penyu. Pembuatan tugu, kolam konservasi penyu dan penataan lainnya. Pantai Mapak saat ini sudah menjadi destinasi favorit. Kegiatan usaha juga mulai menjamur. Greg mengatakan, PLN UIP Nusra akan terus berupaya memberikan dukungan. Apalagi pantai ini sejak puluhan tahun telah menjadi pendaratan penyu, termasuk diantaranya penyu langka. Bertelur, dan menetas, dilakukan oleh biota laut yang tergolong hewan amphibi ini.

Selain konservasi, untuk kegiatan utamanya menyediakan pembangunan infrastruktur kelistrikan, Greg mengatakan, Covid-19 tidak menghalangi sejumlah program pembangunan yang telah direncanakan. Diantaranya, pembangunan pembangkit listrik di Sambelia, kapasitas 2 x 50 Megawatt, bagian dari PLTU Jeranjang, Lombok Peaker. Pembangunan transmisi Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) dan Gardu Induk (GI).

Untuk pembangkit listrik, NTB mendapatkan 450 Megawatt dari 35.000 Megawatt yang direncanakan pemerintah. Saat ini realisasinya sudah mencapai 295 Megawatt. Demikian jalur transmisi (bentangan kabel listrik tegangan tinggi) yang akan dibangun untuk interkoneksi di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa sudah tercapai sepanjang 1.116,03 KMS dari target 1.256,55 KMS.

Tapak tower SUTT sebanyak 1.859 titik tower dari target 2.064 titik tower. Serta kapasitas Gardu Induk 1.050 MVA dari target 1.320 MVA. Beberapa pengembangan yang memasuki tahap prakonstruksi tambah Greg diantaranya, SUTT150 kV Jeranjang-Sekotong,  SUTT 150 kV Mataram-Mantang, dan SUTT 70 kV Taliwang – Maluk. “Kita terus kebut pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan kita meskipun pandemi covid, dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Sampai semuanya tuntas beberapa tahun mendatang,” demikian Greg. (bul)

Advertisement ucapan idul fitri ucapan idul fitri ucapan idul fitri Jasa Pembuatan Website Profesional