16 Ponsel Disita dari Penangkapan Maling Spesialis

Kapolsek Lingsar Dewi Komalasari menunjukkan barang bukti dan tersangka RS yang diduga mencuri 16 ponsel, Senin, 22 Maret 2021.(Suara NTB/Polsek Lingsar)

Mataram (Suara NTB) – Warga Sayang-Sayang, Cakranegara, Mataram berinisial RS alias RI (45) diduga ahlinya mencuri ponsel. Sebanyak 16 ponsel disita dari penangkapannya. Pria ini mencuri untuk memenuhi kebutuhannya mengonsumsi sabu. “Dia ini spesialis pencurian HP. Barang buktinya ada 16 HP. Laporannya juga banyak. Yang diakui dilakukan di Lingsar baru dua kasus,” ungkap Kapolsek Lingsar AKP Dewi Komalasari, Senin, 22 Maret 2021.

Dua aksi pencuriannya diantaranya di wilayah Lingsar, Lombok Barat. Dewi mengatakan, RS dikenal banyak akal. Tampak dari berbagai modus yang dipakainya untuk mengambil ponsel yang bukan kepunyaannya. Diantaranya berpura-pura menjadi pembeli di warung makan. Sasarannya sudah ditetapkan dari awal. “Dia memantau dulu lalu mengambil kesempatan. Di warung itu dia mengambil tas pemilik warung yang sedang sibuk melayani pembeli,” terangnya.

Iklan

Tas itu berisi ponsel, surat kendaraan, dan uang tunai Rp500 ribu. Kasus itu dilaporkan ke polisi. Dari penyelidikan didapati keterangan awal, RS ini beraksi bermodal sepeda motor untuk berkeliling mencari sasaran. Sepeda motor itu dikenali salah satu saksi. Petunjuk kemudian mengarah pada keterlibatan RS. Usai mencuri, RS tidak mau berlama-lama. Ponsel langsung dijual ke penadah. Ponsel itu kemudian ditawarkan ke pembeli lewat media sosial. Hal itu langsung terendus polisi. “Tapi HP itu dijual penadah,” kata Dewi.

Maksudnya, penadah tersebut menjual lagi ponsel yang dibeli dari RS. Dari penadah didapati keberadaan RS. Penangkapan RS berselang empat bulan kemudian karena selama itu berpindah-pindah. RS bersembunyi di Labuapi, Lombok Barat. “RS kita tangkap bersama 16 HP yang kita duga hasil curian,” sebutnya. Tidak hanya ponsel, tapi juga ada set alat hisap sabu. RS diduga juga sebagai penyalahguna narkoba. “Alat hisapnya ada tapi barang bukti narkobanya nihil. Kita proses dulu kasus pidana pencuriannya. Narkobanya masih dikembangkan,” ucap Dewi. (why)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional