16 Kapal Pesiar Menyusul Masuk Gili Mas

Mataram (Suara NTB) – Dua bulan tahun 2020 ini, empat kapal pesiar telah sandar. Masing-masing membawa lebih dari seribu wisatawan per kapal. Hingga akhir tahun ini, Pelindo III Cabang Lembar mendapat jadwal melayani 20 kapal pesiar masuk Lombok melalui Dermaga Gili Mas, Lembar Lombok Barat. Hal ini disampaikan General Manajer PT. Pelindo III (Persero) Cabang Lembar, Baharuddin, Selasa, 25 Februari 2020.

Pada Januari 2020, dua kapal pesiar telah sandar. Lalu pada Februari juga sandar dua kapal. Selanjutnya pada Maret, dijadwalkan ada tiga kapal pesiar menyusul masuk. Total sejak Dermaga Gili Mas resmi digunakan, awal November 2019 lalu mencapai 10 kapal pesiar. “Infonya ada dua kapal yang batal masuk karena corona. Tapi saya belum bisa pastikan, karena belum ada perubahan jadwal resmi,” katanya.

Iklan

Sebagian besar kapal-kapal pesiar ini startnya dari Singapura, lalu mengelilingi sejumlah destinasi wisata dunia. Satu kapal pesiar ini berisi 1.500 hingga 2.000 wisatawan dari berbagai negara di belahan dunia. Baharuddin menjelaskan, masuknya wisatawan ini sejatinya memberikan dampak yang tidak kecil terhadap perekonomian. Kehadiran para wisatawan yang dibawa kapal pesiar ini turut menggairahkan bisnis transportasi umum di Lombok Barat, khususnya.

Satu kapal pesiar saat sandar membutuhkan puluhan kendaraan travel. Tujuannya mengelilingi berbagai destinasi wisata yang ada di Pulau Lombok. PR bagi semua stakeholders di daerah adalah bagaimana membuat wisatawan betah tinggal di Lombok. Setidaknya, tidak seperti saat ini, hanya sehari belabuh, lalu kapal meninggalkan dermaga. “Caranya ya jangan warna kita itu-itu saja,” kata Baharuddin.

Maksudnya, bagimana upaya bersama menciptakan suasana, atau atraksi yang menarik bagi wisatawan tinggal berhari-hari. Jangan monoton hanya itu-itu saja atraksi dan kondisi destinasi wisata Lombok, termasuk Sumbawa. “Jangan disambut begitu saja, hanya dengan gendang beleq. Karena wisatawan bisa jadi ingin mendapatkan sesuatu yang lebih khas dari NTB,” katanya.

Masih banyak kesempatan untuk mempersiapkan diri, berbenah dan melakukan penataan. Serta membuat atraksi-atraksi wisata bagi wisatawan yang datang dengan kapal pesiar. “Tinggal apakah kita pilihannya tetap dengan warna itu-itu saja, atau bagaimana,” demikian Baharuddin.

Ia juga menyinggung soal pembangunan Pelabuhan Gili Mas yang rencananya tahun ini akan tuntas dibangun. Untuk dermaga, dipastikan telah 100 persen dapat digunakan. Tinggal terminal penumpang, area parkir yang saat ini dikebut penyelesaiannya. (bul)