16.603 Pelaku UMK Kabupaten Bima akan Terima Banpres Rp2,4 Juta

Iwan Setiawan. (Suara NTB/Uki)

Bima (Suara NTB) – Sebanyak 16.603 pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) di Kabupaten Bima bakal menerima bantuan Presiden (Banpres) atau bantuan produktif usaha mikro (BPUM) Rp2,4 juta dalam waktu dekat.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Bima, Iwan Setiawan SE, mengaku pihaknya mengusulkan ke Pemerintah Pusat melalui Kementerian Koperasi UKM sekitar 29.000 pelaku UMK yang mendapatkan Banpres tersebut.

Iklan

“Akan tetapi hanya 16.603 yang disetujui. Rencananya bantuan ini akan disalurkan dalam waktu dekat ini. Untuk saat masih berproses,” katanya kepada Suara NTB, Senin, 21 September 2020.

Ia mengaku, proses penyaluran bantuan akan bertahap. Total bantuan yang disalurkan pada tahap pertama senilai kurang lebih Rp40 milyar bekerjasama dengan sejumlah BANK.

“Penyaluran bertahap. Tahap I menyasar UKM yang tersebar pada 18 kecamatan dan 191 Desa di Kabupaten Bima,” katanya.

Lebih jauh Iwan menjelaskan, bantuan yang disalurkan tersebut berupa hibah  berdasarkan ketentuan yang telah diatur dalam Peraturan Menteri Koperasi dan UKM RI nomor 6 tahun 2020 tentang pemberian BPUM.

“Bantuan ini bertujuan untuk pemulihan ekonomi nasional dan penyelamatan ekonomi nasional akibat  pandemi Covid-19,” katanya.

Ia mengaku Banpres bisa dicairkan dengan ketentuan harus menandatangani surat pernyataan sebagai pelaku UKM. Kata dia, masing-masing pelaku UKM mendapatkan alokasi sebesar Rp2,4 juta. “Bantuan ini akan dikirim langsung ke rekening penerima manfaat,” ujarnya.

Iwan menambahkan berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan Kementerian Koperasi dan UKM, bantuan diberikan kepada pelaku UMK yang belum mendapatkan pembiayaan perbankan. Baik KUR maupun pinjaman modal kerja dan investasi lain dari perbankan. “Serta tidak menerima bansos seperti PKH dan lainnya,” ujarnya.

Disamping itu, Ia berharap bantuan tersebut bisa dimanfaatkan dengan baik oleh pelaku UMK. Bisa menghidupkan kembali usahanya yang sempat gulung tikar akibat pandemi Covid-19. “Harapannya Banpres ini bisa menghidupkan kembali Usaha Mikro yang produktif,” harapnya. (uki)