153 Warga NTB Berhasil Dievakuasi ke Jayapura

Wismaningsih Dradjadiah (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Pemprov melalui Dinas Sosial (Disos) mengirim dua orang petugas ke Jayapura Papua untuk mengontrol  warga NTB yang dievakuasi dari Wamena. Sebanyak 153 warga NTB telah berhasil dievakuasi dari Wamena menuju Jayapura.

‘’Alhamdulillah siang ini, mereka sudah bisa dievakuasi ke Jayapura. 153 orang  sudah semua (dievakuasi),’’ kata Kepala Disos NTB, Dra. T. Wismaningsih Dradjadiah dikonfirmasi Suara NTB, Minggu, 29 September 2019 siang.

Iklan

Semula, sebanyak 37 orang warga NTB yang belum dievakuasi dari Wamena dari total 153 orang yang terdata. Namun, pada Minggu, 29 September 2019 siang, semuanya sudah dievakuasi ke Jayapura.

Wismaningsih menuturkan, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc memberikan atensi terhadap nasib warga NTB tersebut. Bahkan, gubernur memerintahkan agar warga NTB yang belum diangkut, dievakuasi menggunakan pesawat komersil. Tetapi tidak ada pesawat komersil.

Meskipun 153 orang sudah dievakuasi ke Jayapura, kata Wismaningsih, dirinya mendapatkan informasi terbaru bahwa ada lagi warga NTB dari distrik lainnya yang meminta dievakuasi ke Jayapura. Tetapi pihaknya masih menggali informasi tersebut termasuk menghubungi mereka.

‘’Masih ada sekitar 10 orang. Tadi informasinya justru dapat dari Ibu Wagub, mereka berasal dari Lombok Tengah yang ada di sana,’’ katanya.

Mereka ini merupakan warga NTB yang berada di kabupaten lainnya di Papua. Tetapi untuk keluar dari kabupaten tersebut, mereka harus lewat Wamena. ‘’Ini yang masih kita gali, masih terus dikontak yang bersangkutan,’’ imbuhnya.

Ratusan warga NTB yang sudah dievakuasi ke Jayapura, lanjut Wismaningsih ditampung sementara di rumah-rumah penduduk. Di sana ada Ketua Paguyuban Masyarakat Bima dan Paguyuban Masyarakat NTB di Jayapura Papua.

Ketua Paguyuban Masyarakat NTB yang ada di Jayapura itulah yang mengkoordinir para perantau dari NTB tersebut. Bahkan, kata Wismaningsih, pihaknya mengirim dua orang petugas Disos NTB ke Jayapura. Mereka berangkat ke Papua, Minggu, 29 September 2019 siang kemarin.

‘’Sebanyak dua orang petugas dikirim ke sana. Untuk mengontrol bagaimana kondisi masyarakat kita di sana. Posisinya aman atau tidak,’’ tandasnya. (nas)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional