15 SMK Disiapkan Jadi SMK BLUD di 2021

Seorang pengunjung didampingi siswi SMK saat melihat-lihat produk olahan SMK di SMK Hebat Mart yang dipajang selama Gelar Budaya NTB Gemilang di halaman Dinas Dikbud NTB, belum lama ini.(Suara NTB/ron)

Mataram (Suara NTB) – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi NTB menyiapkan 15 Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) di NTB menjadi SMK Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) di tahun 2021. Hal itu bertujuan agar memberikan akses layanan pembelajaran yang lebih riil di dalam SMK sesuai kompetensinya.

Demikian disampaikan Kepala Bidang Pembinaan SMK Dinas Dikbud NTB, Drs. H. Muh. Yahya, M.Pd., belum lama ini. Ia menjelaskan, agar produk SMK bisa terjual ke masyarakat, maka akan diberlakukan SMK Badan Layanan Usaha Daerah (BLUD). Program ini merupakan bagian dari re-engineering SMK. Re-engineering SMK merupakan dinamisasi proses dan fungsi pembelajaran di SMK agar lebih maksimal. “Misalnya dulu, hasil praktik hanya dipajang di etalase, entah laku atau tidak urusan lain, paradigma itu yang diubah,” katanya.

Yahya menyampaikan, pihaknya tengah mempersiapkan SMK BLUD di NTB. Di tahun 2021 nanti akan disiapkan 15 SMK menjadi SMK BLUD. Tujuan utamanya adalah memberikan akses layanan pembelajaran yang lebih riil di dalam SMK sesuai kompetensinya.

“Hasil produk dari SMK itu bisa dipasarkan juga, sehingga sekolah sebagai lembaga itu nanti dipayungi secara hukum bisa melakukan transaksi, menjadi salah satu item pembelajaran di sekolah yang harus diketahui oleh anak dan jadi inspirasinya, anak terlibat dalam proses produksi di sekolah,” pungkasnya.

Produk yang dihasilkan dengan proses re-engineering SMK diharapkan lebih berkualitas. Dengan begitu produk bisa diterima masyarakat. Pihaknya terus melakukan pembinaan, dan hal penting lainnya agar sekolah memahami, agar hasil praktik menjadi barang yang fungsional.

Kepala Dinas Dikbud NTB, Dr. H. Aidy Furqan, M.Pd., menyampaikan pihaknya terus berbenah agar SMK menjadi BLUD. Menurut Aidy, saat ini SMK belum boleh berjualan secara massal karena tugas SMK adalah pendidikan untuk menghasilkan wirausaha, melakukan inovasi, dan eksperimen.

“Kalau kita ingin produksi massal, harus kerja sama dengan Industri Kecil Menengah (IKM). Boleh nanti SMK jualan massal, kalau sudah jadi BLUD. Saat ini baru menjadi gerai pembelajaran,” katanya. (ron)