15 Perusahaan Kirim Benih Lobster Senilai Rp5,8 Miliar

Benih bening lobster. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Sejak diterbitkannya Peraturan Menteri Kelautan Perikanan (Permen KP) No 12 tahun 2020 tentang pengelolaan dan lalu lintas benih lobster dari wilayah Indonesia, sudah 15 perusahaan tercatat di Balai Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM) Mataram melalulintaskan benih lobster. Nilai benih yang dikirim ke luar daerah sudah mencapai Rp5,8 miliar lebih.

Data lalulintas domestik komoditi hidup benih lobster di BKIPM Mataram, sampai dengan 31 Juli 2020, 15 perusahaan masing-masing, BPBL Sekotong mengirim 2.000 ekor senilai Rp16 juta. CV. Setia Widara mengirim sebanyak 67.943 ekor senilai Rp834.420.000. CV. Sinar Lombok mengirim 34.473 ekor senilai Rp355.936.000. CV. Guntur Jaya Perkasa mengirim 8.228 ekor senilai Rp90.320.000. CV. Nusantara Berseri mengirim 8.398 ekor senilai Rp107.160.000. Drs. Bejo Slamet, M. Si mengirim 600 ekor senilai Rp7,8 juta.

Iklan

PT. Alam Laut Agung mengirim 30.674 ekor senilai Rp376.227.000. PT. Royal Samudera Nusantara mengirim 25.000 ekor senilai Rp230.800.000. Sementara PT. Samudera Bahari Sukses mengirim 10.795 ekor senilai Rp122.250.000. Selanjutnya PT. Aquatic SSLautan Rejeki mengirim 70.851 ekor senilai Rp1.035.201.000. PT. Gerbang Lobster Nusantara mengirim 23.386 ekor senilai Rp244.552.000 ekor. PT. Grahafoods Indo Pasifik mengirim 20.661 ekor senilai Rp259.351.000.

PT. Indotama Putra Wahana mengirim 38.716 senilai Rp436.408.000. PT. Nusa Tenggara Budidaya sudah mengirim 100.269 ekor senilai Rp1.268.735.000 dan UD. Samudera Jaya mengirim 26.132 ekor senilai Rp358.462.000. Benih lobster yang dikirim adalah benih lobster jenis mutiara dan jenis pasir. Kementerian Kelautan dan Perikanan telah mencabut moratorium pengelolaan benih lobster dan menerbitkan PermenKP No 12 tahun 2020 dan membolehkan penangkapan, budidaya dan ekspor benih lobster. Permen KP yang mengatur tentang pengelolaan lobster, kepiting dan rajungan di Wilayah Indonesia diteken Menteri Edhy Prabowo.

Kepala BKIPM Mataram, Suprayogi didampingi Kasi Tata Pelayanan, Ni Luh Angra Lasmika kepada Suara NTB, Senin, 3 Agustus 2020 mengatakan, lebih dari 20 perusahaan telah diverifikasi. Baru 15 diantaranya yang sudah mengirim benih lobster ke luar daerah. “Karena sementara ini ekspor boleh dilakukan dari Bandara Cengkareng (Jakarta), sejauh yang kami report, pengiriman benih lobster dari NTB masih berskala antar daerah,” ujarnya.

Perusahaan-perusahaan yang akan mengirim keluar benih lobster, sesuai ketentuannya harus mengajukan permohonan pengiriman secara daring (online) ke BKIPM Mataram. Selanjutnya diverifikasi lapangan jumlah yang dimohonkan untuk dikirim. Serta dilakukan uji laboratorium untuk mendeteksi virus. Jika seluruh syarat sudah terpenuhi, BKIPM menerbitkan sertifikat barang yang diperkuat oleh Surat Keterangan Asal Barang (SKAB) diterbitkan oleh dinas terkait di kabupaten/kota asal benih lobster. Juga diterbitkan billing Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

“Prosesnya cepat sampai turun sertifikat dan rekomendasi. Bisa sehari,” ujarnya.

Harga benih lobster ditentukan oleh perusahaan. Berdasarkan laporan perusahaan, harga benih lobster jenis pasir antara Rp7.000/ekor – Rp14.000/ekor. Sementara benih lobster jenis mutiara, harganya antara Rp26.000/ekor – Rp34.000/ekor. “Rata-rata harganya Rp11.000 perekor untuk benih lobster jenis pasir dan Rp30.000 perekor untuk benih lobster jenis mutiara. Harga pembelian oleh perusahaan kepada nelayan. Harga ini dicantumkan sendiri oleh perusahaan dalam laporannya kepada BKIPM Mataram,” ujarnya. (bul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here