15 IUP Bermasalah di Lobar Dicabut

Selong (Suara NTB) – Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Lombok Barat (Lobar) mencatat ada 17 Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang diterbitkan pada kurun waktu beberapa tahun terakhir. Dari 17 IUP ini, 15 IUP dicabut karena beberapa persoalan antara lain pemegang izin tak serius dan izinnya mati sendiri. Sedangkan sisanya dua IUP, karena batas waktunya masa berlakunya masih belum berakhir. Dua IUP yang masih aktif hanya Intan Bulaeng dan Indotan.

Kepala Distamben Lobar Ir. Budi Darmajaya, menjelaskan, IUP PT Bintang Bulaeng berlaku sampai tangggal 30 Oktober 2016, IUP PT Putera Kedaro berlaku hingga 26 Desember 2022 dan IUP PT Padak Emas berlaku hingga 22 Agustus 2022. Khusus IUP PT. Padak Emas tengah diusulkan ke provinsi untuk dicabut, sedangkan sisa 14 IUP telah dicabut.

Iklan

‘’Kenapa dicabut ? Sesuai ketentuan jika tidak ada kegiatan selama 90 hari sesuai yang tertera pada Izin, maka pihaknya akan memberi peringatan kepada pemegang IUP, mulai dari peringatan 1 sampai 3. Kalau peringatan itu tidak ditindaklanjuti oleh pemegang izin, maka IUPnya diusulkan untuk dicabut. Namun kewenangan pencabutan IUP ini sendiri ada di Pemprov,’’ ujarnya, Rabu, 21 September 2016.

Sesuai mekanisme pencabutan IUP ini pun sesuai ketentuan. Dalam hal ini, pihaknya membuat berita acara, evaluasi dan cek ke lapangan. Kalau ketiga point ini tidak diaksanakan oleh pemegang izin di lapangan, maka pihaknya akan mengusulkan agar IUP dicabut dengan SK. Belasan pemegang IUP yang dicabut ini, tegasnya, setelah dicek lapangan dan dievaluasi tidak melaksanakan kegiatan di lapangan, sehingga dicabut IUPnya.

Pihaknya berulang kali mengingatkan dan melayangkan teguran ke PT Padak Emas, namun pihak perusahaan yang bergerak di tambang bijih besi ini tidak bisa melaksanakan kegiatan, sehingga pihaknya mengusulkan IUPnya dicabut. Terkait usulan pencabutan IUP ini, jelasnya, pihak Distamben sudah diajak rapat oleh provinsi. Tinggal saat ini kata Budi, pihaknya menunggu kepastian dari provinsi selaku pihak yang berwenang. (her)