15.148 Pelanggar Prokes Kena Sanksi Denda dan Sosial

Tri Budiprayitno (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Pemprov NTB terus menggencarkan razia masker, baik di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa untuk menekan kasus Covid-19. Kepala Satpol PP NTB, Drs. Tri Budiprayitno, M. Si., Jumat, 27 November 2020 menyebutkan sebanyak 15.148 warga yang melanggar protokol kesehatan (Prokes) Covid-19 telah ditindak dengan pemberian sanksi denda dan sanksi sosial.

Ia menjelaskan sebanyak 15.148 pelanggar prokes tersebut berasal dari 10 kabupaten/kota di NTB. Untuk pelanggar yang dikenakan sanksi denda sebanyak 2.852 orang, sanksi sosial mencapai 11.561 orang dan teguran lisan 735 orang.

Bagi masyarakat umum atau pelajar dan mahasiswa  yang melanggar ketentuan wajib menggunakan masker di tempat/fasilitas umum dikenakan denda administratif Rp100 ribu. Sedangkan PNS dikenakan denda sebesar Rp200 ribu.

Sedangkan sanksi sosial berupa pemberian hukuman disiplin atau kerja bhakti sosial membersihkan ruas jalan/selokan/tempat umum/fasilitas umum dengan mengenakan atribut khusus. Dengan memberikan  rompi pelanggar Perda dan alat kebersihan, hingga membersihkan selokan.

Kemudian ada juga denda administrarif bagi penyelenggara kegiatan yang melanggar ketentuan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan protokol Covid-19 dendanya Rp250 ribu. Selain itu, untuk penanggung jawab atau pengurus/pengelola tempat usaha, tempat kerja, tempat ibadah, yang melanggar ketentuan akan dikenakan denda administratif Rp400 ribu.

Tri mengatakan dari 2.852 pelanggar yang kena sanksi denda, terbanyak di Lombok Barat 725 orang. Kemudian, Dompu 235 orang, Kota Bima 229 orang, Lombok Tengah 228 orang, Kota Mataram 208 orang, Lombok Timur 206 orang, Sumbawa Barat 204 orang, Lombok Utara 203 orang, Sumbawa 132 orang, Bima 126 orang dan pelanggar yang dijaring Tim Mobile Provinsi sebanyak 356 orang.

Untuk pelanggar yang kena sanksi sosial terbanyak di empat kabupaten. Yaitu, Lombok Barat 3.215 orang, Lombok Timur 1.984 orang, Sumbawa 1.251 orang dan Lombok Tengah 1.199 orang. Sedangkan Kota Mataram sebanyak 341 orang, Lombok Utara 938 orang, Sumbawa Barat 362 orang, Dompu 302 orang, Bima 860 orang dan Kota Bima 254 orang. Sementara pelanggar yang kena sanksi sosial yang terjaring Tim Mobile Provinsi sebanyak 855 orang.

Sebagaimana diketahui, razia masker mulai dilaksanakan Pemprov NTB dan Pemda kabupaten/kota sejak 14 September lalu sesuai Perda No. 7 Tahun 2020 tentang Penanggulangan Penyakit Menular. Pada bulan September, jumlah pelanggar yang terjaring razia sebanyak 5.834 orang, Oktober sebanyak 6.727 orang dan sampai 27 bulan November sebanyak 2.587 orang. (nas)