1,4 Juta Ekor Benih Lobster Dilalulintaskan

Suprayogi. (Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Sebanyak 1,4 juta benih bening lobster (BBL) sudah dilalulintaskan dari NTB. Ada belasan perusahaan yang tercatat aktif mengirim ke luar. Kepala Balai Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Mataram, Suprayogi mengatakanm dari jumlah benih lobster yang dilalulintaskan, terdiri dari 109.249 ekor benih lobster jenis mutiara, 1.296.401 ekor benih lobster jenis pasir. Totalnya 1.405.650 ekor.

“Itu jumlah pengiriman ke luar NTB dari Juli sampai 10 September 2020,” kata Suprayogi kepada Suara NTB. Dengan nilai yang sudah disampaikan oleh masing-masing perusahaan. total nilai benih bening lobster yang sudah dikeluarkan Rp15.696.535.00. Dari sebanyak 36 perusahaan yang terverifikasi dan terdaftar boleh melalulintaskan benih bening lobster, 14 perusahaan diantaranya yang aktif mengirim.

Iklan

Pemerintah telah resmi mencabut pelarangan ekspor benih lobster melalui terbitnya Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen KP) No.12 Tahun 2020 Tentang Pengelolaan Lobster (Panulirus spp.), Kepiting (Scylla spp.), dan Rajungan (Portunus spp.) Dalam Permen ini salah satunya mengatur tentang Lobster Konsumsi dan Benih Bening Lobster (BBL) yang ditandatangani oleh Menteri Kelautan Perikanan, Edhy Prabowo.

Dengan beberapa ketentuan. KKP mewajibkan eksportir melakukan pembudidayaan lobster secara berkelanjutan serta melakukan pelepasliaran lobster sebanyak 2 persen dari hasil budidaya. Persyaratan lainnya, calon eksportir benih lobster harus memperoleh Surat keterangan telah melakukan usaha pembudidayaan lobster yaitu dengan mengajukan permohonan kepada Direktur Jenderal dengan melampirkan dokumen Surat penetapan sebagai pembudidaya lobster. Surat penetapan sebagai Eksportir lobster dari Direktur Jenderal yang membidangi perikanan tangkap.

Kontrak kerja atau perjanjian kerjasama dengan masyarakat atau pembudidaya setempat, berita acara pelepasliaran lobster yang disaksikan dan ditandatangani oleh Dinas setempat, Surat keterangan asal benih dari Dinas setempat. Dan laporan pembudidayaan lobster memuat informasi produksi. Selain itu, untuk menjadi budidaya benih lobster pelaku usaha harus mengajukan permohonan kepada KKP dengan melampirkan dokumen data pelaku usaha dan informasi jenis usaha. SIUP atau TDPIK. Surat pernyataan komitmen untuk menggunakan benih dari nelayan terdaftar bagi pembudidayaan lobster.

Surat pernyataan komitmen untuk melepasliarkan lobster sebanyak 2 persen dari hasil panen pembesaran Lobster dengan berat minimal lobster yang dilepasliarkan adalah 50g/ekor bagi pembudidayaan lobster. Khusus pembudidayaan Lobster di luar wilayah sumber benih, kriteria dan persyaratan yang harus dipenuhi yakni Surat penetapan sebagai Pembudidaya Lobster. Surat Dukungan Budidaya Lobster di Luar Wilayah Sumber Benih dari Dinas setempat di lokasi budidaya akan dilakukan. (bul)