14 Hari Tanggap Darurat, Pemkab Bima Fokus Penuhi Kebutuhan Dasar Korban Kebakaran

Suasana dapur umum di Kantor Camat Sape yang mengkoordinir pendistribusian konsumsi bagi korban kebakaran, Selasa, 12 Oktober 2021.(Suara NTB/Uki)

Bima (Suara NTB) – Pemerintah Kabupaten Bima (Pemkab) Bima fokus penuhi kebutuhan dasar korban, selama 14 hari tanggap darurat bencana kebakaran di Desa Naru Barat Kecamatan Sape.

Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri SE, melalui Surat Keputusan (SK) nomor: 188.45/ 278 /06.23 tahun 2021 tanggal 11 Oktober 2021, menetapkan status  tanggap darurat penanganan bencana kebakaran di Desa Naru Barat Kecamatan Sape selama 14 hari.

Iklan

SK yang terhitung sejak tanggal 11 Oktober sampai dengan tanggal 24 Oktober 2021 itu akan diperpanjang atau diperpendek berdasarkan kebutuhan pelaksanaan penanganan darurat bencana kebakaran di lapangan. “14 hari tanggap darurat akan difokuskan pelayanan kebutuhan dasar korban kebakaran,” kata Bupati.

Lebih lanjut Bupati mengaku, kebutuhan dasar yang difokuskan itu, seperti persediaan makanan dan minuman warga yang terdampak setiap hari. kemudian kebutuhan sandang pangan, air bersih, sanitasi, pendidikan hingga kesehatan. “Kita ingin agar kegiatan sosial kemasyarakatan di lokasi kebakaran tetap berjalan dengan normal,” katanya.

Khusus bagi anak-anak yang terdampak kebakaran, Bupati mengaku pihaknya akan mengupayakan untuk membangun sekolah darurat di lokasi kebakaran sehingga pendidikan mereka terus berjalan. “Selain itu juga memberikan trauma healing untuk memulihkan mental, psikologis dan trauma pasca kebakaran,” ujarnya.

Ia juga memastikan, penanganan di lokasi kebakaran dilakukan secara terintegrasi dengan melibatkan semua OPD. Misalnya warga yang tidak lagi memiliki KTP karena terbakar, akan dibuat oleh OPD teknis terkait, dengan sistem jemput bola. “Warga yang kehilangan KTP atau dokumen kependudukan lainnya akan langsung dibuatkan di lokasi kebakaran,” katanya.

Kemudian OPD lain, lanjutnya juga fokus mendata rumah-rumah korban. Setelah itu, datanya akan dikirim ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB hingga Pusat untuk diusulkan pembangunan hunian tetap.

Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kabupaten Bima, Suryadin S.S M.Si, menambahkan, saat ini Pemkab Bima telah membangun beberapa unit posko berdasarkan fungsi di lokasi kebakaran. “Ada posko induk, posko lapangan dan pendukung yang dibangun,” katanya.

Ia mengaku posko induk yang dibangun di Kantor Camat Sape, sebagai pusat keluar masuk segala jenis bantuan. Tempat menyuplai bantuan dari para donatur untuk kemudian didistribusikan kepada warga secara merata. “Bantuan dan kebutuhan korban akan diteruskan ke posko lapangan yang terletak di belakang Rumah Kades Naru Barat. Kemudian diteruskan ke posko pendukung di beberapa titik lokasi kebakaran,” ujarnya.

Sedangkan dapur umum lanjut dia, juga berada di Kantor Camat Sape. Dapur umum dikoordinir oleh pihak Dinas Sosial (Dinsos) yang bertanggung jawab mendistribusikan konsumsi bagi korban dan tim tanggap kebakaran.

Sementara terkait alur data dan informasi penanganan kebakaran, pusat tabulasi data dan media Centre yang dikoordinasikan oleh BPBD juga Kantor Camat Sape melakukan pemutakhiran data harian berdasarkan kondisi lapangan. “Untuk tertibnya semua aktifitas tim, baik perorangan maupun lembaga agar melaporkan diri supaya tercatat  sebagai laporan harian,” pungkasnya. (uki)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional