13 Positif Baru, KSB Zona Merah Penyebaran Covid-19

Infografik perkembangan Covid-19 KSB tanggal 23 Januari 2021.(Suara NTB/ist)

Taliwang (Suara NTB) – Kasus konfirmasi pasien Covid-19 di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) kian bertambah. Terbaru, berdasarkan rilis Sabtu, 23 Januari 2021, terdapat 13 kasus teridentifikasi dan sekaligus membuat status KSB berada di zona merah.

Sebanyak 13 kasus baru yang diumumkan itu berasal dari 5 kecamatan. Di mana kota Taliwang dan kecamatan Seteluk menjadi penyumbang pasien terbanyak, yakni sama-sama 5 kasus. Sementara 3 kasus lainnya berasal dari kecamatan Jereweh, Poto Tano dan Maluk.

Iklan

Tambahan pasien terkonfirmasi itu membuat KSB sepenuhnya berada dalam zona merah. Sebelumnya kecamatan Brang Ene dan Jereweh yang sempat tidak mencatatkan kasus, kini di kedua kecamatan itu kembali berada pada zona merah dengan masing-masing 1 kasus.

Untuk keseluruhan sendiri, wilayah paling banyak mencatatkan kasus positif adalah Taliwang. Di wilayah ibukota ini terdata sebanyak 21 kasus, berikutnya di urutan kedua kecamatan Seteluk dengan 17 kasus. Berikutnya Poto Tano 5 kasus, Brang Rea dan Maluk masing-masing 3 kasus. Terakhir ada kecamatan Brang Ene, Jereweh dan Sekongkang masing-masing 1 kasus.

Sekretaris Satgas Covid-19 KSB, H. Abdul Azis mengatakan, dengan kembali maraknya kasus baru yang teridentifikasi tersebut. Membuat masyarakat harus benar-benar bisa mendisiplinkan diri dengan mematuhi protokol kesehatan (Prokes) pencegahan Covid-19. “Kuncinya hanya disiplin. Karena virus itu tidak bisa kita deteksi keberadaannya,” cetusnya seraya menambahkan jika penyebaran virus itu sudah berada pada level transmisi lokal.

“Kami lihat ini sudah bisa dibilang infeksinya berlangsung secara (transmisi) lokal. Buktinya banyak sudah pasien yang akhirnya positif tapi tidak pernah kemana-mana (keluar daerah),” ungkap Sekda KSB ini.

Selanjutnya ia menambahkan, untuk menekan kasus penyebaran Covid-19 itu pola kebijakan pemerintah melalui Satgas tidak seperti di awal-awal pandemi. Sekarang kerja-kerja Satgas lebih kepada upaya pendisiplinan masyarakat dalam mematuhi Prokes pencegahan Covid-19. “Kita tidak lagi misalnya buat portal pemeriksaan di perbatasan. Jadi imbauan kami ayo bantu pemerintah menekan Covid ini dengan disiplin mencegah agar tidak terjangkit,” tandasnya.

Terpisah, Kapolres yang juga wakil ketua Satgas Covid-19 KSB, AKBP Herman Suriyono menyatakan hal yang sama. Menurut dia, satu-satunya cara menghindari infeksi Covid-19 adalah kesadaran diri dan komunitas masyarakat mematuhi protokol pencegahannya. Sebab pemerintah melalui Satgas lebih kepada upaya pendisiplinan. “Kita tidak bisa lagi seperti awal-awal. Buat pengetatan keluar masuk warga karena virusnya sudah ada di sini (KSB) sebebarnya. Jadi caranya hanya jaga diri dengan patuhi protokol pencegahannya,” pungkasnya. (bug)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional