13.888 Warga Terima Bantuan Beras

Walikota Mataram menyerahkan secara simbolis bantuan beras kepada perwakilan penyitas. Bantuan ini diberikan selama penerapan PPKM darurat di Kota Mataram mulai 12 – 20 Juli. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Pemkot Mataram mulai mendistribusikan bantuan beras kepada 13.888 jiwa selama penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat. Bantuan beras 10 kg diharapkan mengurangi beban masyarakat.

Kepala Dinas Sosial Kota Mataram, Asnayati menyampaikan, secara keseluruhan total bantuan yang diserahkan untuk warga Kota Mataram sebanyak 50 ton beras yang dialokasikan untuk 13.888 jiwa penerima. Terdiri dari unsur PKH sebanyak 1.174 jiwa, penderita Covid-19 sebanyak 1.438 jiwa, lansia sebanyak 4.113 jiwa, penyandang disabilitas sebanyak 1.289 jiwa, Perempuan Rawan Sosial Ekonomi (PRSE) sebanyak 5.642 jiwa, Veteran dan Janda Veteran sebanyak 132 jiwa, anak terlantar sebanyak 1.126 jiwa, dan lain-lain sebanyak 100 jiwa.

Iklan

Bantuan itu berasal dari cadangan beras pemerintah berjumlah 100 ton. Cadangan beras dikeluarkan hanya 50 ton selama penerapan PPKM darurat mulai tanggal 12 – 20 Juli. “Bulog berkoordinasi dengan Kementerian Sosial memberikan bantuan 10 kg masing – masing kepala keluarga,” kata Asna.

Sasaran penerima bantuan mewakili masing – masing kecamatan yang terpapar pandemi coronavirus disease atau Covid-19. Proses pendistribusian nantinya akan dilanjutkan oleh Tagana, pendamping PKH dan diawasi oleh kelurahan dan kecamatan.

Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana mengatakan, penyaluran bantuan beras kepada warga terdampak Covid-19 diharapkan meringankan beban di tengah kondisi tidak mudah. Saat ini, Kota Mataram sedang berikhtiar menghadapi lonjakan kasus Covid-19, sehingga diharapkan salin menguatkan. “Pemerintah memberikan bantuan agar kondisi sulit ini bisa dilalui,” tambahnya.

Disampaikan Mohan, program ini diluncurkan dari cadangan beras pemerintah didistrusikan kepala 13.888 kepala keluarga. Setelah itu, pemerintah pusat akan menyusul memberikan bantuan. Karena itu, Disos diminta mempercepat realisasi dan fokus serta tidak ada penundaan.

Disebutkan, selama fase PPKM darurat para penyitas menerima 10 kg beras dengan harapan mengurangi beban masyarakat. Terlepas dari itu, masyarakat diimbau agar tidak mengabaikan protokol kesehatan. Bencana non alam hampir seluruh daerah mengalami. Oleh karena itu, pemerintah harus melakukan langkah akselaratif mencegah penularan virus corona. (cem)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional