13.366 Lansia Jadi Sasaran Vaksinasi Covid-19 di Kota Mataram

H. Lalu Hamzi Fikri (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Pemprov NTB telah menerima jumlah sasaran vaksinasi Covid-19 untuk masyarakat usia 60 tahun ke atas atau lanjut usia (Lansia) di Kota Mataram dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Jumlah lansia yang menjadi sasaran vaksinasi Covid-19 di Kota Mataram sebanyak 13.366 orang.
Pemberian vaksinasi tahap II termin I pada Lansia hanya untuk wilayah Kota Mataram yaitu untuk sasaran sejumlah 13.366 orang, sebut Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) NTB, dr. H. Lalu Hamzi Fikri, M.M., MARS., di Mataram, Selasa (23/2) sore kemarin.

Dikatakan, 40 persen dari total Lansia di Kota Mataram yang berjumlah 33.053 orang yang akan menjadi sasaran vaksinasi Covid-19. Sebanyak 33.053 lansia di Kota Mataram tersebut berdasarkan data dari BPJS.

Iklan

Fikri menjelaskan, vaksinasi bagi kelompok lansia diberikan sebanyak 2 dosis dengan interval 28 hari. Jumlah vaksin yang didistribusikan pada termin pertama adalah untuk satu dosis untuk. Sementara sisanya akan didistribusikan di bulan Maret mendatang.

Disebutkan, NTB dalam pelaksanaan vaksinasi Covid-19 tahap II termin pertama mendapatkan 6.720 vial atau 67.200 dosis vaksin untuk 35.045 orang. Dengan sasaran Lansia dan petugas pelayanan publik. Vaksin rencana tiba di Mataram pada Rabu, 24 Februari 2021.

Fikri menambahkan, pelaksanaan vaksinasi lansia di ibukota negara dan provinsi ini didahului dengan pendaftaran melalui link kemkes.go.I’d. Rekapitulasi data dari form ini dapat diakses oleh Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten/Kota sebagai acuan untuk distribusi vaksin ke fasilitas pelayanan kesehatan.

Berdasarkan data ini Dinas Kesehatan Kota dan fasilitas pelayanan kesehatan dapat mengatur jadwal dan jumlah lansia yang akan divaksin per harinya. Serta menginfokan jadwal tersebut kepada lansia yang terdaftar di faskesnya dengan mempertimbangkan ketersediaan vaksin.
Alokasi vaksin Tahap II termin I dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kekurangan vaksin pada penyelenggaraan tahap 1, dengan memberikan laporan penggunaan berdasarkan klasifikasi sasaran ke pusat, terangnya.

Mantan Direktur RSUD NTB ini menambahkan, pelaksanaan vaksinasi pada kelompok pelayan publik diatur sesuai ketersediaan vaksin. Penentuan target sasaran pada kelompok sasaran pada kelompok pelayan publik dapat ditentukan dengan melakukan persentase seperti wakil rakyat, pejabat negara dan atlet 100 persen. Tokoh agama 40 100 persen, pedagang pasar 10 – 40 persen, guru 14 – 20 persen, keamanan (TNI, Polri, Satpol PP) 5 – 65 persen. ASN 2 25 persen dan pelayan publik lainnya 2 20 persen.

Namun demikian, Pemerintah Daerah dapat menentukan kebijakan pembagian proporsi sasaran pelayan publik sesuai dengan kondisi daerah masing-masing. Dengan tetap mempertimbangkan ketersediaan vaksin yang telah didistribusikan.

Vaksin untuk tahap 2 akan didistribusikan secara bertahap sesuai dengan kapasitas produksi penyedia. Setelah termin 1 ini, akan ada distribusi vaksin yang direncanakan pada awal dan akhir Maret 2021. (nas)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional