13.000 Warga Mataram Jadi Sasaran Penerima Bantuan Beras

Hj. Baiq Asnayati. (Suara NTB/bay)

Mataram (Suara NTB) – Pemkot Mataram mengajukan pencairan 50 ton cadangan beras pemerintah (CBP) yang disimpan Bulog. Beras tersebut akan didistribusikan pada 13.000 lebih masyarakat Kota Mataram yang terdampak pandemi Covid-19, terutama selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Mataram, Baiq Asnayati menerangkan berdasarkan hitungan yang diterima pihaknya dari Bulog masing-masing jiwa akan menerima bantuan 400 gram beras per hari. Dengan demikian total bantuan yang diterima selama sembilan hari PPKM darurat, terhitung 12-20 Juli, adalah 3,4 kilogram.

Iklan

“Itu hitungannya sudah ada di Bulog. Jadi masing-masing jiwa menerima segitu. Sekarang sedang proses, kita menunggu arahan selanjutnya dari pimpinan,” ujar Asna saat dikonfirmasi, Minggu, 18 Juli 2021. Diterangkan, bantuan beras dari CBP tersebut diprioritaskan bagi masyarakat yang masuk dalam DTKS (data terpadu kesejahteraan sosial) di Kota Mataram.

“Karena (yang masuk dalam DTKS) ini dalam keadaan normal saja dia susah, apalagi dalam keadaan darurat seperti sekarang ini,” jelasnya. Selain itu, sasaran bantuan juga ditujukan bagi warga yang tidak terakomodir bantuan pemerintah pusat seperti PKH (program keluarga harapan) atau BPNT (bantuan pangan non tunai).

Pihaknya berharap dengan penyaluran bantuan tersebut beban masyarakat akibat pengetatan yang dilakukan dapat berkurang. Antara lain dengan memanfaatkan setengah dari CBP pemerintah yang berjumlah 100 ton. Di mana jumlah tersebut secara umum merupakan cadangan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan selama satu tahun.

“Jadi pencairan CBP ini mengikuti kebijakan PPKM darurat. Untuk tahap pertama kita mita dicairkan 50 ton, dan ini sudah kita ajukan ke Bulog,” ujar Asna. Untuk penyaluran sendiri diharapkannya dapat dilakukan dalam waktu dekat. Mengingat hal tersebut juga telah dikoordinasikan dengan Dinas Sosial Provinsi NTB serta pihak terkait.

“Kita ingin segera cair, sebelum PPKM darurat ini selesai. Tapi kalau masalah pencairan setelahnya juga tetap kita lakukan, karena masyarakat tetap membutuhkan,” tandasnya.

Ditambahkan Asna, proses penyaluran sesuai DTKS untuk mengantisipasi double atau penerima ganda. “Kita sedang urus administrasi untuk dikeluarkan cadangan beras itu,” katanya.

Penyaluran bantuan beras berbeda dengan program jaring pengaman social (JPS). Pemerintah hanya memberikan bantuan beras 4 kg per hari untuk masing – masing kepala keluarga (KK). Penerima manfaat adalah di luar yang telah terakomodir dalam program pemerintah pusat. Tujuannya menghindari terjadinya kesalahan atau penerima ganda. “Pokoknya yang kita berikan bantuan beras itu di luar penerima program pemerintah pusat,” kata Asna.

Proses pendistribusian akan melibatkan kepala lingkungan setempat. Hal ini mengantisipasi terjadinya kesalahan data. Pun ditemukan penerima ganda, pihaknya akan menarik kembali bantuan dan mengalihkan ke warga lainnya. “Masalah eror tidak bisa kita hindari. Kalau ada kesalahan penyaluran akan kita tarik,” demikian kata dia.

Asisten I Setda Kota Mataram, Lalu Martawang menambahkan, stok cadangan beras dimiliki Pemkot Mataram 100 ton. Penerima bantuan itu adalah orang – orang yang tidak terakomodir dalam program pemerintah pusat. “Pokoknya penerima bantuan beras itu adalah orang – orang diluar penerima PKH dan BST,” demikian tambahnya. (bay/cem)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional