1,25 Kg Ganja Batal Beredar

Polisi menunjukkan barang bukti ganja 1,25 kg yang disita dari pelaku berinisial RA dalam penggerebekan di Karang Bedil, Mataram Timur, Mataram, Sabtu, 23 Januari 2021.(Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Pelaku pengedar ganja, RA alias CK (37) kini menghuni sel penjara. Residivis ini kedapatan mengedarkan 1,25 kg ganja. Sebenarnya, dia sudah menerima paketan 1,5 kg ganja. Namun, sudah terjual sebagian. RA digerebek di sebuah rumah di Karang Bedil, Mataram Timur, Mataram, Sabtu, 23 Januari 2021 sekitar pukul 16.00 Wita. “Dia menyimpan ganja di dalam jok motornya. Dia mau mengantarkan barang,” ungkap Dirresnarkoba Polda NTB Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma Putra usai penangkapan.

Ketua Tim Ops AKP Made Yogi Purusa Utama mengerahkan anggotanya mengecek informasi mengenai aktivitas RA yang mencurigakan. Saat digerebek RA sempat mengelak. Sebab tidak ditemukan barang bukti narkoba di dalam rumahnya itu. Tapi, dari kantong celananya disita tiga bungkus ganja yang beratnya 50 gram. Ditambah lagi satu bungkus besar ganja yang dibungkus lakban cokelat seberat 1 kg serta 10 bungkus sedang ganja yang totalnya 200 gram dari dalam jok motor Honda Vario DR 5717 HU.

Iklan

RA menerima paketan utuh 1,5 kg. Namun, dalam sepekan belakangan ini dia sudah menjual seperempatnya. Sehingga sisanya tinggal 1,25 kg. “Dia yang pecah-pecah sendiri. Sedang dikembangkan asal barang tersebut,” kata Helmi. Warga Rumak, Kediri, Lombok Barat ini diduga juga pecandu sabu. Dilihat dari barang bukti lain berupa satu set alat hisap. Peredaran sabunya juga ditelusuri lagi. “Dari barang buktinya, kita bisa kategorikan dia ini memang pengedar. Dia pernah melakukan kejahatan yang sama. Sudah berulang-ulang,” imbuh Helmi. RA dijerat dengan Pasal 111 ayat (2) UU RI No35/2009 tentang Narkotika. Ancaman hukumannya penjara minimal lima tahun dan paling lama 20 tahun.

Pengedar Sabu Dompu yang Selama Ini Tak Tersentuh Akhirnya Ditangkap 

 

Sementara pelaku yang diduga bandar sabu, UJ alias US (31) ditangkap di rumahnya di Karijawa, Dompu Sabtu, 23 Januari 2021 sekira pukul 07.00 Wita. Hari itu dia sedang bersiap-siap berangkat ke bengkelnya. “Dia ini modusnya kirim paket sabu di dalam sandal,” terang Helmi.

UJ kemudian diamankan di Mapolda NTB. Dari interogasi sementara, UJ yang pernah membalap sepeda motor ini mendapat kiriman sabu dari Aceh. Paket dikirim dengan boks sepatu. Tapi, UJ melindungi bandar yang diatasnya lagi dengan tidak mau menyebutkan nama pengirim barang. “Isi sabunya yang dikirim 20 gram,” sebut Helmi.

Dia menambahkan, pengungkapan UJ berkat dukungan mahasiswa Dompu yang menuntut ilmu di Mataram. informasi itu kemudian dikembangkan. Sampai pada saatnya UJ mendapat kiriman barang lagi yang membuatnya tertangkap. “Informasinya ini ramai di medsos,” ucapnya.

Dari UJ pun disita timbangan elektronik, dan plastik klip. “Ada timbangan dan ada plastik klip untuk mempoketkan narkoba menunjukkan dia mengedarkan,” kata Helmi. UJ dikenai pasal 114 ayat 2 dan atau pasal 112 ayat 2 UU RI No35/2009 tentang narkotika yang ancaman penjaranya paling lama 20 tahun. (why)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional