12 Kelurahan di Kota Bima Krisis Air Bersih

Muhammad Lutfi. (Suara NTB/Uki)

Kota Bima (Suara NTB) – Wilayah yang krisis air bersih akibat dampak kekeringan pada musim kemarau tidak hanya melanda 38 Desa di Kabupaten Bima. Namun hal serupa terjadi di wilayah Kota Bima.

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bima, wilayah yang mengalami krisis air bersih akibat kekeringan tersebar pada 12 Kelurahan. Sebaran 12 Kelurahan yang krisis air bersih itu bertambah jika dibandingkan dengan Tahun 2019 lalu. Tahun lalu, hanya tersebar pada 7 Kelurahan. Sehingga tahun 2020 ini sebarannya bertambah 3 Kelurahan.

Iklan

Belasan Kelurahan di Kota Bima yang dilanda krisis air bersih tersebut juga diakui oleh Walikota Bima, H. Muhammad Lutfi SE. Bahkan saat ini Pemerintah Kota (Pemkot) Bima menyiapkan berbagai langkah dan upaya.

Langkah pertama yang dilakukan lanjut Walikota yakni menyiapkan sejumlah mobil pengangkut air bersih yang bertugas menyalurkan atau mendropping air bersih ke wilayah yang terdampak. “Langkah kedua kita juga tengah melakukan pengeboran air di sejumlah titik,” katanya kepada Suara NTB, Jumat, 11 September 2020.

Langkah ketiga lanjutnya, yakni terus meningkatkan program penghijauan dengan menanam pohon di wilayah timur pegunungan Kota Bima. Tujuannya memulihkan sumber mata air. “Langkah penghijauan ini sebagai solusi jangka panjang mengatasi krisis air bersih,” katanya.

Lutfi mengaku beberapa upaya tersebut diharapkan mampu meminimalisir krisis air bersih akibat dampak kekeringan. Karena sejumlah upaya itu termasuk jangka pendek dan menengah. “Kita harapkan persoalan krisis air bersih dampak kekeringan pada tahun berikutnya bisa dapat teratasi,” katanya.

Selain akibat dampak kekeringan musim kemarau, Walikota mengungkapkan krisis air bersih yang terjadi di Kota Bima karena saluran pipa air milik PDAM rusak secara menyeluruh akibat banjir bandang yang terjadi di Kota Bima akhir tahun 2016 lalu.

Ia mengaku meski PDAM dikelola oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima, namun wilayah operasionalnya di wilayah Kota Bima sehingga sebagian besar (mayoritas) pelanggannya adalah warga Kota Bima. “Melihat kondisi ini, kami sudah berkoordinasi dengan Pemkab Bima untuk mengelola PDAM secara regional supaya kebutuhan air bersih warga Kota Bima bisa terpenuhi,” pungkasnya. (uki)