115 Orang Terjangkit DBD di Lotim

Ilustrasi Nyamuk DBD (Suara NTB/ist)

Selong (Suara NTB) – Sejak Januari sampai dengan pertengahan Februari 2020, jumlah kasus Demam Berdarah di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) tercatat sebanyak 115 orang. Meski demikian, sampai saat ini belum ada kasus meninggal dunia.

Hal ini disampaikan Kepala Seksi Surveiland, Imunisasi dan Kesehatan Bencana pada Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Lotim, Sinawan, Kamis,13 Februari 2020.

Iklan

Diakuinya, selama Januari ditemukan 76 kasus dan pekan kedua bulan Febuari sudah 38 kasus. Jumlah penemuan kasus ini pun diyakini akan terus menurun sampai dengan di akhir tahun. “Biasanya Oktober-November ini muncul lagi,” ucapnya.

Dalam hal ini, ujanya, Dikes Lotim melakukan antisipasi deteksi dini kasus dengan meminta puskesmas di Kabupaten Lotim memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap menjaga lingkungan. Selain itu, puskesmas menggerakkan puskesmas kelilingnya untuk memberikan pelayanan langsung ke tengah masyarakat. Jika ada temuan kasus langsung dilakukan rawat inap.

“Kalau di satu wilayah ada terindikasi banyak kasus, maka kita lakukan dengan fogging,” ucapnya.

Kegiatan fogging dilakukan di Desa Sukarara yang merupakan wilayah Puskesmas Rensing Sakra Barat, karena sudah ditemukan ada tiga kasus. Selain fogging, tambahnya, dilakukan juga abatesasi di tengah masyarakat. Selain di Rensing, saat ini diantisipasi adalah wilayah kerja Puskesmas Sakra, Selong dan Sikur.

Menurut Sinawan, penyebab utama munculnya kasus DBD ini karena pola masyarakat dalam konsumsi air bersih. Pascamusim kemarau yang cukup panjang, turun hujan secara tidak menentu. Warga yang selama ini mengalami krisis air bersih menampung air hujan di bak-bak penampungan. Air yang tersimpan di wadah penampungan ini menjadi tempat tumbuh kembang nyamuk. (rus)