114 Posyandu Keluarga Terbentuk di Lobar, Eksis Layani Masyarakat dengan Protokol Covid-19

Ketua TP PKK Lobar Hj. Khaeratun Fauzan Khalid didampingi Ketua DWP Lobar Hj. Nurhikmah Baehaqi, Kabid Kesmas Dikes Lobar HM Abdullah, Camat Kediri saat meresmikan posyandu keluarga. (Suara NTB/ist)

Giri Menang (Suara NTB) – Sebanyak 930 posyandu di Lombok Barat, 114 Posyandu telah menjadi posyandu keluarga. Meskipun di tengah pandemi, Posyandu ini tetap aktif melayani masyarakat. Hal ini diungkapkan Ketua TP PKK Lobar, Hj. Khaeratun Fauzan Khalid saat meresmikan posyandu Keluarga di Dusun Bangle Desa Dasan Baru kecamatan Kediri Kabupaten Lombok Barat, Kamis, 7 Januari 2021.

“Dari keseluruhan jumlah posyandu yang ada di Kabupaten Lobar, berjumlah 114 posyandu, beberapa di antaranya sudah menjadi posyandu keluarga yang nantinya diharapkan Posyandu Keluarga agar terus bertambah di Lobar,”jelas dia didampingi Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lobar Hj. Nurhikmah Baehaqi, Kabid Kesehatan Masyarakat Dikes Lobar HM. Abdullah, Camat Kediri Hermansyah dan jajarannya terkait.

Dikatakan, Posyandu keluarga merupakan upaya Pemerintah untuk terus memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat agar memahami tenatang kesehatan diri, serta keluarga. Posyandu Keluarga tidak hanya diperuntukan bagi ibu dan anak, melainkan semua elemen masyarakat termasuk anak usia remaja, dan lansia. Dalam pelayanan Posyandu keluarga tersebut di awali dengan senam pagi bersama lansia dan Ibu Ketua PKK Lobar. Kegiatan ini pun disambut baik oleh masyarakat setempat. Hal ini terlihat dari antusias para lansia yang menghadiri acara tersebut, dan tetentunya tetap menerapkan protokol kesehatan.

Berdasarkan laporan dari kepala desa yajg disamapaikan oleh Camat Kediri Hermansyah bahwa ada tujuh lokasi posyandu yang ada di Desa Dasan Baru. Dua di antaranya terpilih sebagai lokasi Posyandu Keluarga. Posyandu keluarga adalah terobosan dalam upaya menanggulangi masalah kesehatan, dengan pendekatan keluarga yang melaksanakan kegiatan secara rutin tiap bulan.

Ia berharap nantinya program ini bisa berjalan lancar dan bermanfaat bagi masyarakat serta tetap menerapkan protkol kesehatan. Sehingga apa yang menjadi upaya pemerintah untuk mencegah penularan Covid-19 bisa terwujud. “Meski Kecamatan Kediri sudah menjadi zona hijau, namun bukan berarti kita abai terhadap protokol kesehatan,”imbuhnya.

Untuk diketahui, Pemerintah Povinsi dan Kabupaten menjadikan posyandu keluarga sebagai program unggulan. Tujuan dari Posyandu Keluarga untuk meningkatkan kinerja posyandu sebagai terobosan dan mempercepat penurunan kasus kematian ibu dan bayi, serta gizi buruk, yang menjalin kemitraan kerja sama dengan Plan Internasional dalam Project WISE (WASH-SDGs for Covid-19 Inclusive Intervention) merupakan proyek untuk mengdedukasi masyarakat di tiga Kecamatan di Lobar yakni Kecamatan Gerung, Kediri, dan Kuripan tentang pencegahan pemyebaran Covid-19 dengan pemberian bantuan berupa alat sanitasi total berbasis masyarakat yang inklusif.(her)