11 Kecamatan di Lotim Masuk Zona Merah Covid-19

Infografis perkembangan kasus Covid-19 Lotim per tanggal 27/4/2020.(Suara NTB/yon)

Selong (Suara NTB) – Jumlah kasus pasien positif terkonfirmasi virus Corona (Covid-19) di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) tercatat sebanyak 21 orang. Lima orang di antaranya dinyatakan sembuh dan 16 masih positif. Dari 21 orang ini, tersebar di 11 kecamatan di Lotim dan masuk kategori zona merah.

Berdasarkan grafik perkembangan kasus Covid-19 di Lotim pertanggal 27 April 2020, kecamatan yang masuk zona merah di antaranya, Kecamatan Aikmel 4 orang, Kecamatan Pringgasela 3 orang, Kecamatan Terara 1 orang, Kecamatan Sakra 4 orang, Kecamatan Jerowaru 2 orang dan Kecamatan Sambelia 1 orang.

Iklan

Selanjutnya di Kecamatan Pringgabaya 1 orang, Kecamatan Wanasaba 1 orang, Kecamatan Suralaga 1 orang, Kecamatan Labuhan Haji 2 orang dan Kecamatan Selong 1 orang. “Jumlahnya masih tetap terkonfirmasi positif 21 orang. Sembuh 5 orang dan masih positif 16 orang,”terang Jubir Penanganan Covid-19 Lotim, Dr. H. Pathurrahman, M.Kes, Senin, 27 April 2020.

Sementara untuk jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 108 orang, 65 orang dirawat di RSUD R. Soedjono Selong dan RSUP, selesai dalam pengawasan 36 orang dan masih dalam pengawasan 30 orang. Sementara PDP di ponpes 43 orang dan seluruhnya masih dalam pengawasan.

Jumlah PDP ini, kata Pathurrahan, tersebar di 9 kecamatan di Kabupaten Lotim, di antaranya Kecamatan Sembalun 2 orang, Kecamatan Masbagik 4 orang, Kecamatan Montong Gading 1 orang, Kecamatan Sikur 2 orang, Kecamatan Sakra Barat 1 orang. Untuk di Kecamatan Suela 3 orang, Kecamatan Lenek 3 orang, Kecamatan Sakra Timur 1 orang, dan Kecamatan Keruak 5 orang. “Untuk wilayah yang memiliki PDP ini masuk status zona kuning,”tambahnya.

Adapun wilayah yang sampai saat ini masih di zona hijau yaitu Kecamatan Sukamulia, jumlah Pelaku Perjalanan Tanpa Gejala (PPTG)-nya 322 orang, OTG nol, ODP 27 orang, ODP nol dan positif nol. Sementara jumlah PPTG sebanyak 13.969 orang, selesai isolasi 10.648 orang dan masih isolasi 3.321 orang, Orang Tanpa Gejala (OTG) 867 orang, selesai dalam pemantauan 239 orang dan masih dalam pemantauan 628 orang.

Sedangkan Orang Dalam Pengawasan (ODP), 1.637 orang, ODP mandiri 1.585 orang, 1.402 selesai pemantauan dan 183 masih dalam pemantauan. “Untuk ODP di Rusunawa sebanyak 52 orang. Selesai dalam pemantauan 36 orang dan masih dalam pemantauan 16 orang,”pungkasnya. (yon)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional