107 Koperasi di Mataram Terancam Dibubarkan

I Gusti Ayu Yuliana.(Suara NTB/bay)

Mataram (Suara NTB) – Ratusan koperasi yang tidak aktif di Kota Mataram menjadi perhatian pemerintah daerah. Pasalnya, sebagian besar koperasi tersebut tidak melaksanakan rapat anggota tahunan (RAT) selama tiga tahun berturut-turut dan terancam dibubarkan.

Plt. Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan UKM Kota Mataram, I Gusti Ayu Yuliana, menerangkan berdasarkan data gambaran umum keragaan koperasi Kota Mataram hingga Desember 2019 tercatat 107 koperasi tidak aktif.

Iklan

Koperasi tersebut antara lain tersebar di Kecamatan Cakranegara 27 koperasi, Kecamatan Sandubaya 11 koperasi, Kecamatan Mataram 31 koperasi, Kecamatan Selaparang 24 koperasi, Kecamatan Sekarbela 2 koperasi, dan Kecamatan Ampenan 12 koperasi.

Kendati demikian, pembubaran koperasi disebut Ayu memang tidak dapat serta merta dilakukan. “Kita harus ada pembinaan dulu. Kalau dia tiga kali tidak melaksanakan kegiatan RAT, itu memang sudah kita anggap tidak aktif, tapi masih terdaftar di kita,” ujarnya, Minggu, 27 September 2020.

Menurutnya, ada beberapa kasus yang menyebabkan suatu koperasi tidak melakukan RAT. Di antaranya kurangnya pemahaman terkait pelaksanaan rapat tersebut. “Seperti koperasi dari Dharma Wanita. Memang dia modal besar, tapi untuk pelaksanaan RAT dia tidak pernah tiga tahun berturut-turut,” jelas Ayu. Untuk itu, pembinaan masih terus dilakukan untuk beberapa koperasi yang tidak aktif tersebut.

Pembinaan dilakukan dengan melayangkan surat serta melakukan kunjungan untuk pembinaan sistem pembukuan. Hal tersebut terus dilakukan untuk 504 unit koperasi yang terdata di Kota Mataram, di mana 107 di antaranya dinyatakan tidak aktif dan 397 lainnya masih aktif beroperasi.

Selain itu, hingga Desember 2019 pihaknya juga telah melakukan pembubaran koperasi di Kota Mataram sebanyak dua kali. Di mana untuk tahap satu dibubarkan 48 unit koperasi, dan pada tahap dua 54 koperasi.

Diterangkan Ayu, masalah pembukuan memang menjadi salah satu kendala yang dialami oleh koperasi di Mataram. Di mana untuk dinyatakan aktif masing-masing unit koperasi diwajibkan memiliki AD-ART, menyelenggarakan RAT, melaksanakan audit, dan lain-lain.

Seluruh kegiatan tersebut harus terselenggara untuk memberikan jaminan terhadap uang simpanan anggota. Dengan situasi pandemi virus corona (Covid-19) saat ini, pembenahan terhadap koperasi yang tidak aktif diharapkan dapat dilakukan sehingga tidak perlu ada koperasi yang dibubarkan.

“Kami juga masih berupaya melakukan pembinaan agar tidak ada koperasi yang dibubarkan,” tandas Ayu. (bay)