1000 Fasilitator Kejar Penyelesaian Rumah Rusak akibat Gempa

Panel Risha (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – 1000 lebih fasilitator yang direkrut beberapa waktu lalu, ditargetkan segera melakukan pendampingan perbaikan rumah rusak sedang dan rusak ringan akibat gempa. Total anggaran pendampingan mencapai Rp18 miliar lebih, untuk pendampingan di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa.

‘’Dalam kontrak, mereka akan bekerja selama tiga bulan, membatu mempercepat penyelesaian rumah rusak sedang dan rusak ringan,’’ kata Koordinator Konsultan Manajemen Fasilitator, Dr. Ibrahim Abdullah, MM kepada Suara NTB Senin, 7 Januari 2019.

Iklan

Ribuan fasilitator ini akan membentuk kelompok terdiri dari tujuh orang. Tergabung di dalamnya sekitar 400 personel TNI AD yang turut berperan menjadi fasilitator

Menurut Ibrahim, dalam pengarahan sebelumnya, konsultan sudah memberi penekanan kepada para fasilitator untuk membantu masyarakat dalam percepatan pembangunan rumah rusak ringan dan sedang. Harus bekerja terukur dan efektif sesuai juklak juknis. Para fasilitator juga ditekankan untuk membuat laporan atas proses pendampingan.

‘’Jika tidak membuat laporan, kita  tidak akan membayarkan honornya sesuai kontrak,’’ tegasnya.

Sementara penetapan rumah rusak ringan dan rusak sedang sesuai dengan hasil verifikasi dan divalidasi oleh SK Bupati dan Walikota. Rinciannya, rumah rusak sedang di Pulau Lombok mencapai  26.385 unit dan rusak ringan 87.898 unit. Sedangkan yang terverifikasi berdasarkan SK Bupati dan Walikota,       25.680 rusak sedang dan 85.723 unit rusak ringan.

Sementara di Pulau Sumbawa,     rusak sedang terdata 6.690 unit, dan  rusak ringan 20.408 unit. Terverifikasi SK, 6.690 unit rusak sedang dan 20.408 rusak ringan. Sehingga total rumah yang harus didampingi pengerjaannya oleh fasilitator,  33.075 unit untuk rumah rusak sedang dan 108.306 unit rumah rusak ringan. Sementara  total yang sudah di SK kan oleh Bupati/Walikota 32.370 rumah rusak sedang dan 106.131 rusak ringan.

Salah seorang fasilitator terpilih, Adisan mengaku belum mendapat jadwal mulainya kegiatan, namun serangkaian bimbingan teknis sudah dilalui.

Dari gambaran diperolehnya, fasilitator mengecek rekening masing masing KK yang ditransfer dari BNPB. Jika sudah masuk, mereka memastikan terbentuknya kelompok masyarakat (Pokmas).

“Kalau mereka belum bentuk Pokmas, kita akan dampingi dan dorong percepatan pembentukan Pokmas. Lantas  memberi edukasi soal transfer dana yang masuk itu ke rekening Pokmas agar bisa digunakan membeli bahan bangunan,” jelas Adisan.

Setelah itu, fasilitator akan mendampingi pembuatan Rencana Anggaran Belanja (RAB), pembuatan proposal, lantas mencocokkan data pembelian bahan dengan fakta di lapangan. “Kita cek kondisi sebenarnya di lapangan, dibuktikan dengan foto.  (ars)